<
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Sebanyak 24  Mama Papua diberi payung untuk jualan
  • Rabu, 30 Agustus 2017 — 13:21
  • 750x views

Sebanyak 24  Mama Papua diberi payung untuk jualan

Pemberian payung bagi mama-mama penjual di Wamena - Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi – Sebagai wujud kepedulian bagi mama-mama pedagang yang ada di Kabupaten Jayawijaya, relawan 500 payung untuk mama-mama pedagang di Papua dan Papua Barat memberikan 24 payung kepada para pedagang yang berjualan di Kota Wamena  dan sekitarnya. Aksi ini dilakukan simpatisan dari kalangan mahasiswa Papua yang sedang mengenyam pendidikan di Papua maupun di luar Papua. 

Seperti yang dilakukan mahasiswa Papua yang ada di Jawa Bali, bahkan seluruh Indonesia untuk bisa membantu mama-mama dalam aksi solidaritas mencetak 500 payung yang akan dibagikan sebagai tempat berteduh saat berjualan.

Koordinator relawan 500 payung wilayah Wamena, Helena Kobogaow, mengakui untuk kegiatan di Wamena membagikan paying sekaligus untuk menayangkan video singkat mengenai perjuangan para pedagang mama-mama Papua dalam memperjuangkan hidupny, bagaimana mereka mengalami persaingan ekonomi di pasar saat ini, tentunya ini menjadi salah satu yang perlu untuk dilihat  oleh pemerintah daerah untuk bisa memperhatikan mereka.

"Faktor utama yang mendorong mahasiswa Papua untuk membantu mama-mama pedagang Papua ini tergerak hati melihat kondisi mama-mama Papua yang ada di pasar yang ada di Papua itu memiliki masalah yang sama, yang tidak dilihat oleh pemerintah," ungkap Helena, kepada wartawan disela-sela pembagian payung, Selasa (29/8/2017) di gedung Soska Wamena.

Diakui, pemberian 24 payung bagi mama-mama pedagang ini merupakan langkah pertama dari program 500 payung di seluruh Papua dan Papua Barat, dimana nantinya program ini akan berkelanjutan untuk dibagikan ke pedagang lainya di Wamena.

Untuk percetakan payung tersebut itu dilakukan di Surabaya dan sumber dananya dari hasil kerja keras kawan-kawan relawan yang ada di setiap kabupaten kota yang ada di Indonesia.

Untuk menggalang dana percetakan 500 payung itu dilakukan dengan cara mengamen di pinggir jalan, jualan pinang seperti yang dilakukan mama-mama, agar bisa mendapat satu buah payung untuk mama-mama di pasar bisa diwujudkan.

"Untuk harga satu payung itu Rp 58 ribu. Jika dikalikan untuk tahap pertama 500 payung yang dicetak itu membutuhkan anggaran sebesar Rp 29 juta. Itu sudah dicetak saat ini," jelasnya.

Selain di Wamena, dari 500 payung ini akan dibagi ke Sorong, Manokwari, Nabire, Dogiay, Paniai, Deiyai, Intan Jaya, Jayapura, Serui, dan Waropen.

"Kami hanya ingin menunjukkan jika kami peduli kepada mama-mama pedagang asli Papua yang tidak memiliki tempat jualan yang memadai, sehingga pemerintah daerah juga bisa melihat hal itu dan membantu hal yang mendasar dari keinginan mama-mama," terang Helena Kobogaow.

Sementara seorang mama yang menerima bantuan payung, Susana Maria, mengakui selama ini perhatian terhadap mama-mama penjual di pasar yang tanpa atap dari pemerintah daerah tidak ada sama sekali.

“Untuk itu kami sangat berterima kasih kepada anak-anak kami di luar sana, meski berada di luar namun bisa melihat kondisi mama-mama di Wamena ini dengan berusaha memberi bantuan ini,” kata Mama Susana, yang sehari-hari berjualan pinang di Pasar Misi. (*)

 

Reporter :Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Wabup Mimika pertanyakan PKH untuk warga pedalaman

Selanjutnya

Pemkab Jayawijaya sediakan kotak saran keluhan masyarakat

Komen Saya

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua