<
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Terapkan K 13, sekolah dasar Kabupaten Jayapura masih punya hambatan
  • Jumat, 15 September 2017 — 16:07
  • 523x views

Terapkan K 13, sekolah dasar Kabupaten Jayapura masih punya hambatan

Aktivitas belajar mengajar di SD Abeale 1 Sentani. Jumat (15/9/2017) jubi / yance wenda

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani,Jubi – Sejumlah Sekolah dasar di Kabupaten Jayapura telah menerapkan sistem kurikum K 13. Namun para pengelola sekolah mengaku masih punya hambatan dan kendala dalam melaksanakan sistem belajar mengajar.

“Dalam menjalankan kurikulum 2013 ini banyak kendala, meski fasilitas diberikan bantuan langsung oleh pemerintah dan kemendikbud,” kata Kepala sekola SD Abeale, Kabupaten Jayapura, Sudarwati, Jum’at 15/9/2017.

Kendala  yang ia maksud adalah adalah revisi buku yang diterbitkan pemerintah mulai tahun 2015, 2016 dan 2017. “Walaupun beda tipis tapi kita tetap jalan, pertama memang sulit tapi lama-lama sudah biasa,” kata Sudarwati.

Meski secara umum penerapkan K 13 berjalan dengan baik sesuai dengan  tema buku panduan. Menurut dia, penerapan K 13 menjadikan sistem mengajar dan belajar  lebih ringan dan mudah bagi anak-anak di sekolahnya. Hal itu disebabkan waktu jam belajar yang disesuaikan  dengan kondisi anak.

Sistem pembelajaran K 13 menggunakan kajian tematik selama satu bulan, ia menjelaksan, pada siswa kelas 1 ada empat sub tema masing-masing diajarkan satu pekan. Tema yang dipandu dalam buku pendidikan itu sudah dilengkapi muatan pelajaran matematika, bahasa, PKKN, dan SPDP.

Sedangkan jam bertatap muka dalam satu kali pertemua hanya 35 menit. Pertemuuan kelas 1  lima kali pertemuan dikali 35 menit dengan banyak menanamkan nilai-nilai sikap, spiritual, sosial, cinta terhadap lingkungan dan sesama.

“Dan di sini ada sikap nomor satu bagaimana dia bisa senyum, sapa, santun, dan sopan,” katanya.

Tercatat sekolah dasar yang menjalankan kurikulum k 13 di Kabupaten Jayapura hanya lima sekolah. Meliputi SD Bonaventura, Abeale 1, SD YPKP 1, SD Kalam Kudus dan stu sekolah di seberang danau Sentani.

Kepala sekolah  SD Bonaventura, Simon Robert Ngantung, menyatakan kendala dihadapi sekolahnya dalam menerapkan sitem pendidikan baru itu meliputi buku penunjang untuk guru maupun siswa, serta administrasi.

“Penunjang masih menjadi hambatan dan kendala kami,”  kata Simon.

Ia berharap bisa melengkapi kekurangan itu dengan bantuan dari pemerintah dengan cara memberi bimbingan tehknis secara khusus. “Juga bantuan buku lebih lengkap,” katanya.

 

Reporter :Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Edi Faisol
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Puskesmas sosialisasi bahaya HIV kepada siswa SMA

Selanjutnya

Ujian akhir PKBM Berbasis Komputer

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua