<
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Gapensi: Semen langka di Jayawijaya
  • Minggu, 17 September 2017 — 16:41
  • 308x views

Gapensi: Semen langka di Jayawijaya

Beberapa waktu terakhir semen menjadi barang langka di Jayawijaya - IST

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi/Antara - Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Gapensi Kabupaten Jayawijaya, Fredrik Huby, menyatakan saat ini terjadi kelangkaan semen yang sangat berdampak terhadap pengusaha yang hendak mendorong kemajuan pembangunan fisik di wilayah itu.

Fredrik Huby, saat ditemui di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu (17/9/2017), mengatakan kunjungan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Jayawijaya beberapa waktu lalu harus bisa membawa perubahan dalam hal ketersediaan dan penurunan harga semen.

"Kelangkaan ini menjadi kendala dan menyebabkan kerugian bagi kami, khususnya kontraktor kecil di Kabupaten Jayawijaya dan wilayah lainnya di pegunungan," katanya.

Ia mengatakan bahwa hingga saat ini harga satu sak semen masih dijual dengan kisaran Rp 650 ribu.

Selain kelangkaan semen, terjadi juga kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tingkat pengecer dari Rp 12 ribu menjadi Rp15-18 ribu per-liter.

“Jika hal ini tidak ditangani baik maka akan berdampak terhadap kenaikan komoditas lainnya,” kata Fredrik Huby.

Pada Agustus lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, berkunjung ke sejumlah daerah di wilayah pegunungan tengah Papua dan merealisasikan penurunan harga semen dari harga awal yang mencapai jutaan rupiah per sak menjadi ratusan ribu rupiah.

"Turun harga itu per hari ini (22/8). Di Kabupaten Puncak Jaya turun menjadi Rp 500 ribu, di Kabupaten Jayawijaya menjadi Rp 370 ribu," kata Menteri BUMN kala itu.

Sebelum dilakukan penurunan harga, kata Menteri BUMN, harga semen di Kabupaten Puncak Jaya mencapai Rp 2 juta rupiah per sak.

"Tadi Pak Bupati Jayawijaya mengatakan di sini kira-kira Rp 500 ribu  sampai Rp 580 ribu. Jadi kami juga per hari ini untuk Semen Tonasa harga kami turunkan menjadi Rp 370 ribu untuk di Jayawijaya. Nanti semua distributor resmi dari Semen Tonasa akan jualnya Rp 370 ribu per sak untuk semen ukuran 40 kilogram," katanya.

Dia mengatakan distribusi semen ke Kabupaten Jayawijaya dan Puncak Jaya akan melalui penerbangan dari Kabupaten Mimika.

"Sekarang kita mulai perbaiki sistem transportasinya supaya harga transportasinya bisa kita tekan. Jadi kita masuk dari Timika ke Wamena dan Wamena ke Puncak Jaya," katanya.

Ia memastikan Kementerian BUMN telah bekerja sama dengan Pelni, Pelindo IV, Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PT Semen Tonasa bersama Semen Indonesia sebagai perusahaan induk, untuk menekan harga semen, terutama di kabupaten-kabupaten yang akses transportasinya belum memadai.

"Jadi tadi saya menekankan kepada teman-teman BUMN dan mohon dukungan dari semua bahwa kita harus bekerja professional.  Kita harus buat BUMN selalu mendapatkan keuntungan sehingga kita bisa buat program-program seperti ini yang memberikan keringanan kepada masyarakat yang jauh tempatnya. Harga bahan pokok mereka itu lebih tinggi dibandingkan daerah lain," kata Menteri Rini Soemarno, waktu itu. (*)

 

Reporter :ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Perempuan pelaku UKM dibekali pelatihan menejemen

Selanjutnya

Jayawijaya dilanda krisis bensin dan semen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua