<
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Harga semen di Jayawijaya dan Puncakjaya turun bukan karena subsidi pemerintah
  • Rabu, 20 September 2017 — 11:34
  • 840x views

Harga semen di Jayawijaya dan Puncakjaya turun bukan karena subsidi pemerintah

Wolter Benny Hesegem bersama Perwakilan PPI dan juga pedagang semen di Wamena, saat memberikan keterangan pers - Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi – PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) bersama sejumlah pengusaha yang ditunjuk untuk menyalurkan semen 40 kilogram di Jayawijaya dan Puncakjaya, menyatakan sesuai dengan program penurunan harga dari kementerian BUMN, penurunan harga semen di dua kabupaten tersebut bukan karena subsidi pemerintah.

Perwakilan PPI) Putra Samuel Ginting, mengatakan semen 40 kilogram yang di pasok PPI melalui CV. Ninurwakur selama kurang lebih sebulan ini murni sinergitas antar BUMN tanpa ada subsidi.

“Ini bukan subsidi, ini murni sinergitas antar BUMN dan termasuk yang memprakarsai adalah CV. Nenuraktur. Hal ini yang perlu dipahami  masyarakat. PPI hanya memasok,” ujar Putra Samuel Ginting kepada wartawan di Wamena, Selasa (19/9/2017).

Hal ini terkait adanya pemahaman sebagian masyarakat yang menilai bahwa semen yang dipasok PPI seberat 40 kilogram sesuai program Kementerian BUMN adalah semen yang disubsidi pemerintah.

Wolter Benny Hesegem, koordinator wilayah Papua, yang selama ini giat memperjuangkan penurunan harga semen di wilayah Pegunungan Tengah Papua mengungkapkan semen PPI tersebut murni bisnis yang merupakan sinergitas antar BUMN yang bekerjasama dengan anak daerah yaitu CV. Ninurwakur.

“Jadi ini murni tidak disubsidi baik pesawat, tol laut. Bahkan semen pun tidak disubsidi. Tapi ini karena sinergi antar BUMN. Karena itu PPI harus masuk di Papua sesuai perintah Presiden,” kata Wolter Hesegem.

Dijelaskan, untuk di Jayawijaya, Harga Ekonomis Terendah (HET) yang sudah diberikan PPI untuk semen 40 kilogram adalah Rp 370 ribu per sak. Sedangkan CV. Ninurwakur menjual kepada toko dan masyarakat dengan harga Rp 380 ribu per sak.

Jika masyarakat membeli di toko yang telah ditunjuk yakni toko Yuda, toko ABK, dan toko Mulia Jaya, harganya Rp 390 ribu per sak ukuran 40 kg karena toko-toko ini sudah komitmen dengan PPI bahwa tidak boleh jual lebih dari harga Rp 390 ribu.

Harga Rp 390 ribu ini setelah Menteri BUMN, Rini Soemarno, melakukan kunjungan ke Jayawijaya dan Puncakjaya, dimana setelah dilakukan pertemuan lanjutan di Jakarta dan perhitungan kembali, akhirnya disepakati Rp 390 ribu perk sak ukuran 40 kg.

“Jadi sekarang ada isu bahwa dibilang semen itu subsidi, itu semua tidak benar. Yang benar itu sinergitas antar BUMN. Jika memang masih kurang puas, silakan datangi orang PPI untuk pertanyakan itu atau datang langsung ke saya. Begitu juga dengan CV. Ninurwakur. Kami semua akan jelaskan. Begitu juga dengan toko Yuda dan toko Mulia Jaya.

R Sibarani, dari toko Mulia Jaya, mengaku hanya sebagai penyalur yang telah ditentukan harga oleh PPI sendiri yakni Rp 380 ribu dari CV. Ninurwakur, sehingga pihaknya hanya mengambil keuntungan Rp 10 ribu per sak.

“Kalau ada yang bilang itu subsidi itu tidak benar. Dengan harga Rp 390 ribu itu sebenarnya masyarakat sudah sangat senang, makanya begitu sampai barang di toko langsung habis. Mudah-mudahan PPI bisa menambah kuota, karena semakin banyak kuota kita maka masyarakat juga akan merasakan dampaknya,” katanya. (*)
 

Reporter :Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Inilah syarat menjadi balon bupati dan wakil bupati Jayawijaya jalur perseorangan

Selanjutnya

Hentikan kriminalisasi Gubernur, fokus bangun Papua

Komen Saya

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua