<
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Polisi sita 896 pil PCC dari sebuah kafe
  • Rabu, 20 September 2017 — 14:25
  • 415x views

Polisi sita 896 pil PCC dari sebuah kafe

Pil PCC yang beredar - IST

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Kaimana, Jubi–Aparat Kepolisian Kabupaten Kaimana mengamankan 896 butir pil jenis Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) yang dikemas dalam plastik sebanyak 90 sacset. Penyitaan berdasarkan penangkapan dua orang masing-masing berinisial WS, 24 tahun dan MT 28 tahun, di sebuah cafe yang berada di wilayah Hukum Polres Kaimana.

“Penyitaan berdasarkan penangkapan yang dilakukan Satuan Narkoba Polres Kaimana pada Senin malam (18/6/2017) lalu,” kata Kapolres Kaimana, Ajun Komisaris Besar Adam Erwindi, Selasa (19/9/2017).

Pil PCC ini itu sebelumnya berhasil dijual kepada para pengunjung cafe sebanyak 12 butir dengan harga Rp 100 ribu per butir. WS dan MT merupakan pelayanan di cafe tersebut. Sedangkan penjualan dilakukan dengan modus mendekati tamu yang datang. “Kemudian  menawarkan dengan harga sebutir Rp 100 ribu,” kata Adam, menjelaskan.

Selain mengamankan barang bukti, polisi  juga menguji pil dari para pegedar di laboratorium foerensik Makasar. Hasilnya menunjukan benda yang beredar itu positif PCC yang  sangat berbahaya jika dikonsumsi.

Menurut Adam, efek negatif pil PCC menimbulkan halusinasi berfikir jika dikonsumsi lebih dari sebutir. Selain mengamankan pil, Polisi juga mengamankan dua buah handphone merk Oppo dan Nokia serta uang tunai sebanyak Rp 1, 2 juta .

Penangkapan tersebut menunjukan peredaran pil PCC telah masuk dan beredar di wilayah Polres Kaimana. “Ini yang baru kami tangkap saya dan saya sangat yakin sudah beredar di Kaimana,” katanya.

Adam meminta masyarakat  jika ada yang melihat masyarakat mengkonsumsi segera melaporkan.

Kini kedua tersangka telah ditahan Polres Kaimana, mereka dijerat dengan undang-undang kesehatan nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman 10 hingga 15 tahun.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Papua memastikan bakal menindak tegas pengedar PCC di yang marak beredar. Langkah itu dilakukan dengan tahap memanggil beberapa instansi teknis untuk membahas masalah peredaran pil berbahaya itu .

“Dalam waktu dekat kami akan memanggil Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Papua untuk melaporkan langkah-langkah strategis apa yang harus dilakukan guna mencegah menyebarnya PCC,” kata Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen, Senin 18/9/2017.

Ia berharap dapat dukungan berbagai pihak untuk menindak tegas siapa pun yang dengan sengaja mengedarkan obat berbahaya itu. Selain BBPOM, Hery juga bakal memanggil Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bandar Udara Sentani, Kepala Pelindo IV Jayapura dan Kepala Pelni, untuk mencari solusi terbaik cegah peredaran pil PCC.

“Intinya, saya ingin mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga agar pil mematikan ini tidak masuk melalui bandara, pelabuhan maupun lainnya,” kata Hery menegaskan.(*)

 

Reporter :Jacob Owen
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol
Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

CI Indonesia ikut pameran di Pesparawi XII

Selanjutnya

Bupati Kaimana sediakan tempat berdagang bagi mama-mama Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua