GUBERNUR PAPUA GANTI DISPORA JADI DISORDA

share on:
Gubernur Papua, Lukas Enembe (Jubi/Alex)

Jayapura (22/7) — Disamping keinginannya untuk memisahkan Dinas pendidikan dengan Dinas Pemuda dan Olah raga, Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe akhirnya mengganti nama Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) menjadi Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda).

“Saya sudah minta, kita harus membentuk Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda). Dimana rencana ini juga sudah dibahas dengan pihak eksekutif. Jadi dinas ini tidak akan bernaung pada Dinas Pendidikan lagi, tetapi berdiri sendiri,” kata Gubernur Lukas Enembe kepada wartawan, di Jayapura, Senin (22/7).

Dijelaskannya, keinginan untuk memisahkan Disorda adalah untuk mengoptimalkan kerja dari Dinas Pendidikan dalam mengurus pendidikan di Papua, begitu juga dengan Disorda

“Pemisahan dinas ini dilakukan agar dinas Pendidikan lebih fokus mengurus pendidikan dan kebudayaan saja tidak lagi mengurus olahraga. Kita harap DPR Papua menyetujui pemisahan tersebut, karena hal ini membantu meningkatkan prestasi olahraga di Papua,” ujarnya.

Menurut Gubernur, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan internal dinas pendidikan, terdapat ketidakoptimalan bidang pemuda dan olahraga ketika berada dalam satu naungan Disdikpora. Dasar pertimbangan pemisahan, kementerian juga terpisah antara Kementerian Pendidikan dengan Pemuda dan Olahraga.

“Jadi pemisahan ini dilakukan agar kedua bidang optimal, tentunya tujuan pemisahan ini, agar pembinaan atlet dapat dilakukan secara optimal, demikian juga dengan pembinaan bidang pemuda,” tukasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) bidang Pendidikan, Kesehatan dan Olahraga, Jack Komboy meminta agar Gubernur Papua Lukas Enembe untuk mengaktifkan kembali Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) daerah itu.

“Di era kepemimpinan Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal, mungkin kami minta Dispora¬† sudah bisa aktifkan kembali, karena selama dinas ini dilebur menjadi satu dengan Dinas P dan P hanya menjadi bidang, sehingga tidak berjalan maksimal,” kata Anggota Komisi E DPR Papua Jack Komboy.

Menurut Dia, Dinas Pemuda dan Olahraga sudah seharusnya kembali diaktifkan kembali, karera dinas ini memiliki kementerian, bahkan di kabupaten/kota ada, namun di provinsi tidak. Akhirnya jika dilihat pembinaan pemuda dan bicara olahraga sampai hari ini tidak begitu maksimal.

“Saya berfikir harus bagaimana caranya supaya di Papua, Dispora ini sudah harus berdiri sendiri, karena dia memiliki kementerian, bahkan di kabupaten/kota ada, tapi provinsi tidak ada. Jadi akhirnya kita melihat pembinaan pemuda dan bicara olaraga sampai hari ini tidak begitu maksimal, karena jika kita bicarakan ke KONI, KONI itu cuma bicara prestasi, tapi bicara pembinaan usia dini, kepemudaan, olahraga untuk usia dini itu ada di Dispora. Kalau dia masih bergantung di P dan P itu tidak akan kelihatan, dimana fungsinya tidak akan terlalu nampak, jadi saya berfikir bagaimana kalau di era kepemimpinan gubernur baru, dinas ini sudah harus diperdayakan, karena kementeriaannya ada, kenapa di provinsi tidak ada, sedangkan kabupaten/kota ada,” tandasnya.(Jubi/Alex)

Editor : Ab Yomo
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  GUBERNUR PAPUA GANTI DISPORA JADI DISORDA