INILAH TEMUAN KOMNAS HAM KETIKA PILPRES DI PAPUA

share on:
Ilustrasi Pemilu 2014 (beritakendal.com)
Ilustrasi Pemilu 2014 (beritakendal.com)

Jayapura, 10/7 (Jubi) – Tim Komnas HAM melakukan pemantauan di Papua guna pemenuhan hak konstutisional warga negara yaitu hak untuk memilih. Dua wilayah yang dipilih yakni Kabupaten Yahukimo dan Kota Jayapura.

Anggota Komnas HAM RI, Nur Kholis mengatakan fokus pemantauan dilakukan terhadap hak kelompok rentan antar lain tahanan, baik yang berada di tahanan kepolisian maupun Lembaga Pemasyarakatan, penyandang disabilitas, RSUD/RSJ (dokter, perawat, pasien, keluarga pasien), serta penggunaan sistem noken.

Di Kota Jayapura, dalam pemantauan kami di RSUD Dok II dan RSJ Abepura, dan tahanan Polresta Jayapura, kami memperoleh fakta bahwa di tempat tersebut tidak ada TPS khusus atau TPS keliling. Tahanan Polresta tak dapat menggunakan hak pilihnya karena tak memiliki KTP,” kata Nur Kholis ketika memberikan keterangan pers, Kamis (10/7) sore.

Menurutnya, di rumah sakit, sebagian dokter perawat, pasien, dan keluarga pasien dapat menggunakan hak pilihnya di TPS terdekat. Namun, karena jumlah surat suara terbatas, tidak seluruhnya bisa menggunakan hak mereka.

Untuk penghuni panti sosial di Polimak, di TPS tidak ada huruf Braille untuk penyandang tuna netra. Penyandang tuna netra bisa menggunakan hak pilihnya dibantu petugas KPPS dan Linmas. Di Lapas Abepura, ada TPS khsus untuk penghuni Lapas,” ujarnya.

Mengenai temuan di Yahukimo kata Kholis, 9 Juli sekitar pukul 17:00 WIT, masih terdapat logistik Pemilu untuk 14 distrik yang belum dikirim karena cuaca buruk.  TPS di Distrik Dekai baru dimulai dibuka sekitar pukul 09:00 WIT. Di TPS VIII Kelurahan Dekai pemilih yang datang sebanyak 35 persen.

Di RSUD Dekai dan tahanan Polres Yahukimo tidak ada TPS khusus atau TPS keliling sehingga mereka tak bisa menggunakan hak pilihnya. Di TPS Pasar Lama, Halabok, Seradala tidak dilaksanakan pemilihan karena petugas KPPS tidak hadir,” katanya.

Di tempat yang sama Pelaksana tugas Kepala Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey menambahkan, TPS I-III Tomon II, Yahukimo dipindahkan ke Pasar Baru dan digabung menjadi satu TPS karena KPPS merasa terancam keamanannya.

Selain itu terjadi penambahan pemilih yang signifikan di Kabupaten Yahukimo. Pada Pemilihan Legislatig (Pileg) lalu, jumlah pemilih yakni 257.886, sedangkan Pemilu Presiden kali ini pemilih jumlahnya 263.983 pemilih. Terdapat penambahan 6.097 pemilih,” ujar Frits. (Jubi/Arjuna) 


Tags:
Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  INILAH TEMUAN KOMNAS HAM KETIKA PILPRES DI PAPUA