Alokasi Anggaran Papua Naik 7,76 Persen

share on:
Gubernur Saat Memberikan Arahan Dalam Rapat Paripurna DPRP, Rabu (15/10). Jubi/Alex
Gubernur Saat Memberikan Arahan Dalam Rapat Paripurna DPRP, Rabu (15/10). Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Alokasi anggaran belanja Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Papua tahun anggaran 2015 sebesar Rp 12,74 triliun atau mengalami peningkayan sebesar 7,76 persen dari APBD tahun sebelumnya sebesar Rp 10 triliun lebih.

Hal ini disampaikan Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam rapat Paripurna dalam rangka pembahasan RAPBD tahun anggaran 2015, di Gedung DPRP Jayapura, Papua, Rabu (15/10).

Enembe jelaskan, kebijakan umum penggunaan anggaran pada RAPBD 2015 antara lain, pertama, pemerintah provinsi  mendelegasikan kewenangan pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari 80 persen Otsus setelah dikurangi urusan bersama. Dimana penggunaan dana diarahkan pada pelaksanaan urusan wajib pemerintah di bidang pendidikan dan kesehatan serta ekonomi kerakyatan.

Kedua, urusan bersama ditetapkan melalui Peraturan Gubernur untuk pendanaan Kartu Papua Sehat (KPS), program khusus Gerbangmas Hasrat Papua, Prospek, dan dukungan pembangunan rumah sakit rujukan.

Ketiga, pengunaan bagian dana Otsus 20 persen untuk provinsi diarahkan pada pelaksanaan pengendalian dan monev serta pemetaan mutu pelaksanaan urusan wajib yang didelegasikan kepada kabupaten/kota melalui 80 persen dana Otsus.

Sementara, kebijakan dan rencana pada sisi belanja daerah tahun anggaran 2015, berdasarkan empat bidang prioritas yang diamanatkan dalam Undang-undang Otsus dan Peraturan Daerah Khusus Nomor 25 tahun 2013 tentang pembagian, penerimaan dan pengelolaan keuangan dana Otsus.

“Alokasi anggaran untuk bidang pendidikan sebesar Rp 95,75 miliar akan diprioritaskan untuk meningkatkan akses, kualitas, relevansi, daya saing pendidikan dan tuntas buta aksara melalui peningkatan dan pemerataan pelayanan¬† pendidikan,” katanya.

Sedangkan untuk alokasi anggaran untuk bidang kesehatan sebesar Rp 761,65 miliar diprioritaskan untuk peningkatan akses dan kualitas kesehatan antara lain berupa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas di daerah perbatasan, pulau-pulau terluar dan pasca konflik, pemberian bantuan KPS serta peningkatan jaminan serta peningkatan jaminan kehidupan seribu hari pertama kehidupan.

Untuk alokasi anggaran untuk bidang perekonomian sebesar Rp 978,53 miliar, optimalisasi lahan produksi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Meningkatkan ketahanan dan kedaulatan pangan daerah, mewujudkan kecukupan pangan dan gizi.

“Sedangkan, alokasi anggaran untuk percepatan infrastruktur dan sarana prasarana dasar sebesar Rp 2 triliun pembangunan jalan dan jembatan di lima wilayah pembangunan, pembangunan dan peningkatan sarana dan prasaran¬† transportasi udara, laut dan darat pada wilayah pembangunan dan pengembangan air bersihm kelistrikan dan telekomunikasi tersebesar pada lima wilayah pembangunan,” kata Enembe.

Pada penyusunan RAPBD 2015, diperkirakan perimbangan pendapatan dan belanja daerah akan mengalami defisit sebesar Rp 578,39 miliar, diakibatkan tingginya kebutuhan belanja pembangunan 2015.

“Defisit ini selanjutnya akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan pada pos sisa lebih perhitungan anggaran,” katanya. (Alexander Loen)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Alokasi Anggaran Papua Naik 7,76 Persen