Lolos Penilaian Amdal, Proyek 12 Triliun LNG Tangguh Akan Segera Diwujudkan

share on:
LNG Tangguh di Teluk Bintuni mulai penuhi pasar domestik terutama di Jawa Barat.(Jubi/ist)
LNG Tangguh di Teluk Bintuni mulai penuhi pasar domestik terutama di Jawa Barat.(Jubi/ist)

Denpasar, Jubi – Proyek LNG Tangguh senilai US$12 Miliar yang dioperasikan oleh British Petroleum (BP) di blok gas alam Tangguh cair di Papua Barat akan segera diwujudkan setelah Menteri Lingkungan Hidup Indonesia menyetujui penilaian analisis dampak lingkungan perusahaan. Persetujuan ini membuka jalan untuk mempercepat produksi.

Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) LNG Tangguh menjadi salah satu syarat penting untuk meningkatkan kapasitas produksi tahunan LNG Tangguh dari 7,6 juta Ton menjadi 11,4 juta metrik ton dari 7,6 juta ton. Christina Verchere, BP presiden regional untuk Asia Pasifik, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu (12/9/2015) mengatakan pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Lingkungan Hidup, pada tanggal 24 Juli telah menyetujui Amdal Tangguh Expansion Project TerpaduĀ  (penilaian dampak lingkungan dan sosial) dan proyek ini diberikan izin lingkungan.

“Ini merupakan tonggak penting bagi Proyek Perluasan Tangguh, dan saya ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah Papua Barat, Teluk Bintuni dan Fakfak atas usaha mereka dan kerja sama dalam mencapai prestasi ini. Kami berharap mendapatkan beberapa izin lainnya dari Pemerintah untuk mewujudkan proyek yang akan membawa manfaat yang signifikan untuk Indonesia, “kata Christina Verchere, Sabtu (12/9/2015).

LNG Tangguh, yang terletak di Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, adalah pemasok LNG terbesar ketiga di Indonesia. LNG tangguh juga merupakan perusahaan LNG pertama di Indonesia yang sepenuhnya melakukan produksi gabungan hulu dan hilir di dalam negeri. Operasi LNG Tangguh saat ini terdiri dari dua train LNG identik (Train 1 dan 2) dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 7,6 juta ton. Ekspansi Proyek Tangguh akan membangun operasi pengolahan LNG ketiga (Train 3) yang akan membawa kapasitas total proyek hingga 11,4 juta ton.

“Proyek Ekspansi Tangguh akan membantu memenuhi permintaan energi di Indonesia. Sebagai bagian dari perluasan proyek, BP dan mitranya akan menyediakan 40 persen output LNG dari Train 3, yang akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 1,5 juta ton, untuk perusahaan listrik negara di Indonesia,” jelas Christina Verchere.

Ia menambahkan, perencanaan, desain dan pengadaan perluasan proyek masih menunggu persetujuan lebih lanjut dari lembaga negara dan kementerian, termasuk SKK Migas.

Proyek Tangguh dioperasikan oleh BP Berau sebagai kontraktor untuk SKKMigas. BP memegang saham 37,16 persen dalam proyek tersebut. Mitra kontrak Tangguh lainnya MI Berau (16,30 persen), CNOOC Muturi (13,90 persen), Nippon Oil Exploration (Berau) (12,23 persen), KG Berau / KG Wiriagar (10,00 persen), Indonesia Alam Gas Resources Muturi (7.35 persen), dan Talisman Wiriagar Overseas (3,06 persen)

BP memiliki pengalaman lebih dari 45 tahun di Indonesia dan merupakan salah satu investor asing terbesar di negara ini. Kegiatan didominasi oleh eksplorasi dan produksi bisnis, terutama LNG Tangguh yang mulai beroperasi pada tahun 2009. (Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Lolos Penilaian Amdal, Proyek 12 Triliun LNG Tangguh Akan Segera Diwujudkan