HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Warga Kota Jayapura diajak berwirausaha

Para pekerja sedang menurunkan beras dari gudang Bulog – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejak virus corona dinyatakan masuk ke Indonesia pada minggu pertama Maret 2020, tak hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang positif tapi juga memporak-porandakan seluruh kegiatan perekonomian.

Bahkan virus corona yang telah dinyatakan pandemi atau wabah global oleh Organisasi Kesehatan Dunia ini, mengganggu aktivitas pekerja yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PKH).

“Untuk itu, saya mengajak para pencari kerja atau yang sudah bekerja memanfaatkan potensi yang bisa dikelola sehingga bisa menjadi wirausaha,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura, Djoni Naa, kepada Jubi melalui telepon, Kamis (2/4/2020).

Menurut Naa, melalui wirausaha meski kondisi perekonomian sedang lesu masih tetap bisa bekerja walau hanya mendapatkan penghasilan meski untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ya, memang itu berat tetapi bukan berarti tidak bisa, yang penting kita punya tekad yang kuat supaya bisa meraih kesuksesan,” ujar Naa.

Diakui Naa, semakin banyaknya jumlah wirausaha menandakan Kota Jayapura semakin maju dan berkembang, karena wirausaha bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Loading...
;

“Usia angkatan kerja sebanyak 17 ribu orang dari 416 ribu penduduk. Klasifikasi pendidikan adalah SMA dan Sarjana dari usia 16 hingga 55 tahun,” jelas Naa.

Naa menambahkan agar mendorong warga berkecimpung di dunia usaha, pihaknya gencar melakukan pelatihan dan pendampingan, seperti komputer, kursus mengemudi, dan pariwisata.

“Melalui program ini, warga dilatih untuk berwirausaha supaya bisa menopang perekonomian diri sendiri dan keluarganya. Harapan kami, sebenarnya kalau bisa berwirausaha malah lebih bagus supaya warga tidak selalu mengharapkan pekerjaan sebagai PNS,” jelas Naa.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Papua, Omah Laduani Ladamay, mengatakan ancaman virus corona bila tidak diatasi banyak karyawan bisa dirumahkan.

“Tenaga kerja ini, mereka bekerja punya gaji dan tunjangan, kalau dirumahkan hanya bisa dibayar gaji pokok. Mudah-mudahan ini tidak terjadi. Semoga wabah corona ini cepat berlalu sehingga tidak berdampak pada ekonomi di Papua,” jelas Ladamay. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Sorry. No data so far.

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)