Fasilitas Guru Di Waropen Memprihatinkan

JUBI — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Waropen, Papua, saat ini gencar membangun sektor pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan seperti bangunan sekolah dipersiapkan. Namun upaya ini tidak dibarengi peningkatan kesejateraan guru, termasuk sarana transportasi operasional para guru.

Hal itu dikeluhkan oleh seorang tokoh masyarakat Waropen, Yulianus Koela, kepada JUBI, di Jayapura, Papua, Jumat (25/2). Menyikapi minimnya fasilitas yang disediakan pemerintah dalam mendukung kerja-kerja para guru di wilayah tersebut.

“Fasilitas guru minim. Setidaknya ada akses untuk transportasi darat dan laut. Jalan penghubung antar kampung dan distrik bahkan parah. Inilah yang membuat guru enggan untuk mengajar,” kata Yulianus, yang juga Ketua Yayasan Pengembangan Hidup dan Pelayanan Masyarakat Sipil Papua ini.

Dia menambahkan, khusus Botawa, Ibukota Kabupaten Waropen juga belum bisa diakses dengan alat transportasi darat, sebab dipisahkan Sungai Botawa. Karena itu, kata dia, mesti dibangun jembatan gantung sepanjang 500 meter untuk menghubungkan Distrik Matirai di bagian Timur dengan Botawa. (Timo Marten)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *