Inilah Enam Pemain Terbaik Latihan Sepak Bola CCAI

JUBI — Meski pelatihan sepak bola yang diselenggarakan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) hanya berlangsung sehari di Lapangan Brimob Kotaraja Jayapura, Minggu 2 Oktober. Namun pelatih dari Yayasan Asian Soccer Academy (ASA), Eko Darmawan langsung menetapkan 6 pemain terbaik selama mengikuti latihan.

“Ada enam pemain yang saya nilai sebagai pemain terbaik dalam latihan. Mereka adalah, Bambang, Ecen, Patrick, Sony, Gustafo, dan Alfred. Dari 120 peserta mereka yang kemampuannya paling menonjol,” kata Eko Darmawan, Minggu 2 Oktober.

Eko Darmawan yang juga mantan pemain Persija tahun 2005 itu menilai, dari keseluruhan daerah yang pernah dilakukan pelatihan sepak bola usia dini, Papua lah yang kualitas pemainnya paling menonjol. “Ada 14 kota, mulai dari Medan sampai Papua yang saya berikan latihan. Namun di Papua ini kualitas pemainnya lebih menonjol, baik dari sisi speed, stamina, dan postur tubuh. Mereka sudah punya dasar sepak bola,” ujarnya.

Dikatakannya, jika melihat apa yang ditampilkan pemain usia dini di Kota Jayapura, maka kemampuan mereka tinggal dipoles saja. Terutama dalam kerjasama tim. “Yang bagus adalah mereka yang berusi 12 tahun ke bawah. Tinggal koordinasinya saja yang perlu diperbaiki,” tandas Eko Darmawan.

Sementara itu pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Emsyk Waena, Yohanes Songgonao yang juga hadir dalam pelatihan menilai, apa yang dilakukan CCAI ini merupakan langkah yang positif. Apalagi selama ini banyak produk makanan dan minuman yang masuk ke Papua, namun bisa merangsang anak-anak usia dini dengan kegiatan yang bermanfaat.

“Hanya Danone saja yang melakukan kompetisi usia dini secara rutin setiap tahun. Namun itu jedanya terlalu jauh. Semoga kegiatan CCAI ini bisa terus berlangsung secara berkelanjutan,” ujar Yohanes Songgonao.

Menurutnya, materi latihan yang dijarkan kepada pemain dalam latihan sangat bermanfaat dan berpavariasi dan lebih kepada control bola, passing, kosenterasi, dan kerjasama tim . Namun ia menilai, harusnya pelatih lokal yang hadir tidak hanya delapan pelatih saja.

“Saya rasa itu kurang harusnya lebih dari itu karena materi latihan yang diberikan bagus untuk materi latihan bagi pemain usia dini,” tandas Yohanes Songgonao. (JUBI/ARJUNA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *