Kerajinan Khas Papua Diminati Peserta Pernas IV AIDS

JUBI — Berbagai motif kerajinan khas budaya Papua ikut mewarnai pameran pembukaan Pernas IV AIDS. Pameran ini menarik pengunjung dan peserta yang mengikuti pembukaan pameran Pernas IV AIDS di hotel Inna Garuda Yogyakarta, Minggu (2/10).

Pantauan Tabloidjubi.com, stand Papua diminati peserta karena adanya berbagai motif budaya yang ikut meramaikan suasana ruangan, termasuk beberapa pengunjung yang meminjam pakaian khas Papua untuk berfoto.

Pembukaan pameran sendiri dibuka oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas, perwakilan Kraton Yogyakarta, didampingi Sekertaris KPA Nasional, Dr. Nafsiah Mboi serta berbagai KPA dari daerah dan komunitas peduli HIV/AIDS.

“Pameran ini bertujuan untuk menampilkan berbagai kegiatan komunitas dalam penanggulangan HIV/AIDS serta memberikan informasi dasar bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua, Drs. Sujarwo mengatakan selain mengisi stand pameran. KPA Papia juga akan membawakan materi tentang sirkumsisi yang akan disampaikan oleh ketua KPA Papua, Constant Karma.

“Dalam pameran saat ini, materi yang akan ditampilkan di stand KPA Provinsi Papua adalah program unggulan dalam pencegahan dan penanggulangan AIDS yang selama dua tahun terakhir dilaksanakan di Papua,” ujar Sekertaris KPA Papua, Drs. Sujarwo, di Yogyakarta.

Dikatakan,  program unggulan itu antara lain kampanye publik dan kampanye media yang terintegrasi, program advokasi kepada para pemimpin gereja terkait sirkumsisi sebagai aternatif pencegahan penularan HIV, dan sosialisasi HIV di atas kapal Pelni. Semua program yang akan ditampilkan tersebut dibawah payung tema kampanye  ’Kitorang Pangaruh, Mari Bertanggung-Jawab untuk HIV’.

Untuk lebih menarik perhatian pengunjung, stand KPA Provinsi Papua dilengkapi dengan berbagai media yang selama ini diproduksi untuk mendukung Kampanye HIV di Papua, antara lain berbagai media KIE (leaflet, booklet, poster, komik) dan film.

Dari pantauan, di stand Papua terlihat produk-produk kerajinan khas Papua seperti koteka dan tifa juga akan ditampilkan. Kopi Wamena juga akan melengkapi stand pameran KPA Provinsi Papua.

Dirinya berharap, ajang ini untuk meninjau situasi HIV dan AIDS di Indonesia khususnya dan global umumnya  serta tinjauan berpijak pada  pembahasan terkait kemajuan dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menanggulangi epidemi HIV. (JUBI/Eveerth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *