MENCINTAI BINTUNI, HARUS BEKERJA DENGAN HATI TULUS

JUBI – Kekosongan sejumlah pejabat saat Hari Raya Idul Fitri 1432 kemarin, sangat disesalkan Wakil Bupati Drs. H. Akuba Kaitam, yang menilai kalau mereka (para pejabat) tidak mencintai Bintuni dan hanya bekerja dengan motifasi lain.

Kekecewaan ini dilontarkan orang nomor 2 di Bintuni saat menyampaikan sambutan pada acara pelantikan PSW-YPK di Gereja Viadolorosa.

Menurut Akuba, sebagai pejabat mestinya tidak harus merayakan hari raya di luar daerah, namun tetap tinggal di Bintuni dan merayakannya bersama masyarakat bahkan lebih efisien lagi, jikalau keluarganya di boyong kesini (Bintuni), agar tidak menjadikan hal itu sebagai alasan.

Dengan demikian ikatan emosional antara pemerintah daerah dengan masyarakat dapat terjalin baik, melalui silahturami dan saling memafaakan antara satu dengan lainnya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, apalagi yang erat hubungannya dengan pekerjaan di birokrasi sudah pasti bersentuhan dengan aturan dan sistim yang kadang kala sudah baku dan mirisnya lagi kalau sudah berkaitan dengan kepentingan pribadi atau kelompok apalagi dalam melayani masyarakat tidak dilakukan secara optimal, oleh karenanya melalui moment penting dan penuh suka cita di hari raya Idul Fitri sudah patutnya berada di Bintuni dan saling memaafkan satu dengan lainnya. “Jikalau semua pejabat buat hari raya di luar Bintuni, kapan bisa bersilahturami, apalagi kalau sudah hari kerja, pastinya banyak kendala untuk bertemu,“ ujar Akuba, sembari berjanji kalau nantinya mereka (Pejabat) sudah kembali ke Bintuni, dirinya akan menanyakan hal tersebut.

Ditegaskan oleh Akuba bahwa, pejabat harus bekerja dan melayani dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa kecintaan akan daerah ini, dan mau mengabdi kepada masyarakat Bintuni. “Jikalau mau bekerja di Bintuni, jangan hanya didasari oleh materi untuk memperkaya diri dan keluarga namun dengan penuh rasa tanggungjawab dan memiliki akan daerah ini serta mau berkorban untuk melayani masyarakat disini,” tegas Akuba.

Hal senada juga disoroti oleh ketua LMA Bintuni, Yohakim Menci yang mengharapkan agar setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Bintuni, lebih khusus Kepada-Kepala Dinas (Kadin, Red) untuk memboyong keluarganya ke Bintuni, sehingga tidak sering meminta ijin atau berlibur ke luar Bintuni dengan alasan mengunjungi keluarga dan lain sebagainya, yang menurut dirinya sangat tidak beralasan. Pejabat seperti ini jelas Menci memiliki moral yang tidak bagus. “Kalau cari makan di Bintuni, harus tinggal dan melayani di Bintuni, tidak ada kompromi,” kata Menci.

Harus diingat bahwa, budaya maaf-memaafkan sudah ada sejak dulu kala, lebih khusus di saat hari Idul Fitri, maka moment penting seperti ini dimanfaatkan dengan baik untuk saling memaafkan, agar kembali merajut kebersamaan membangun Bintuni yang sejahtera.

Sementara itu, kritikan pedas juga datang dari anggota DPRD Bintuni, Mektisen Meven, S.IP. Menurutnya, ketidakhadiran sejumlah pejabat di Bintuni mengakibatkan tidak maksimalnya pelayanan, bukan kesalahan pucuk pimpinan dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati dan Sekdanya, namun adanya ‘kebiasaan buruk’ sebagian besar  pimpinan SKPD, yang tidak bertanggungjawab terhadap tugas yang diembannya.

Salah satu contoh, ketika Bupati, Wakil dan Sekda ada tugas keluar daerah, maka merekapun beramai-ramai ikut keluar. “Bupatinya sudah betul melaksanakan tugas misalnya melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat demi untuk pembangunan, dan itu kami beri apresiasi ke beliau, tapi yang salah ketika  para kepala SKPD, ikutan ramai-ramai, kami ibaratkan mereka ini seperti ikan hiu,” jelasnya. (J/11)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *