Warga Deiyai Sambut Penjabat Bupati Basilius Badii

Mama-mama berbusana Moge saat acara syukuran (Jubi/Eveerth)Nabire (9/7)—Kehadiran Penjabat Sementara (Pjs) Cereteker Bupati Deiyai, Basilius Badii, BA, mendapat sambutan dari warga masyarakat di Kabupaten Deiyai. Mereka melakukan ibadah doa pengucapan syukur dan  pesta bakar batu, serta disambut tari-tarian adat berbusana Moge.

Rasa syukur atas suatu keberhasilan merupakan ungkapan batin yang mendalam dari setiap orang yang meraih kesuksesan dalam perjuangan hidup. Seperti yang dilakukan yang diraih oleh Penjabat Bupati Deiyai Basilius Badii, BA. Setelah pelantikan berlangsung di gedung Negara Jayapura, 25 Juni 2012 lalu.

Sepulangnya usai pelantikan Badii yang juga mantan Sekda Deiyai ini melaksanakan acara syukuran di Paroki ST. Yohanes Pemandi Waghete, Sabtu (7/9) lalu. Acara syukuran yang diwarnai ritual adat dipimpin oleh Pastor Budi, SJ.  Hadir dalam acara syukuran tersebut, para kepala dinas, kepala badan, dan kepala kantor, serta para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Pemerintah Kabupaten Deiyai. Tak ketinggalan warga masyarakat berbondong-bondong menuju halaman gereja yang terletak di Jalan Poros Waghete itu.

Dalam homili yang berlangsung selama lima belas menit  Romo asal Jawa itu menguraikan panjang lebar pentingnya mempersiapkan jalan menuju Kabupaten Definitif. Yohanes anak Sakaria dilahir mendahului Yesus. Yohanes lahir mendahului  untuk mempersiapkan jalan. Sedang Nabi Amos adalah orang berani memperjuangkan ketidakkebenaran agar warga sekitar itu bisa menikmati kebenaran. “Karena itu Penjabat Bupati yang ketiga ini  akan mempersiapkan  seluruh proses pembangunan dan pemerintahan, karenanya mari kita mendukung bersama,” kata Pastor Paroki Waghete dihadapan jemaat misa oikumene yang berlangsung meriah itu.

Lebih lanjut dilontarkan Romo bahwa, proses acara syukuran yang diwarnai bakar batu sangat baik guna menyatukan masyarakat masyarakat dan lebih dari itu adalah sebagai bukti ungkapan kepada Sang Pencipta. ”Namun jangan bakar batu terus tetapi jangan lupa bakar aspal,” terangnya.

Maksudnya kata Romo,  pembangunan jalan/pengaspalan harus jalan terus dilakukan supaya masyarakat mengunakan jalan tersebut dan menikmati hasil pembangunan oleh yang sedang berlangsung. “saya sebagai tokoh agama Katolik saya akan mendukung dalam doa-doa, supaya seluruh proses pembangunan ini bisa berjalan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tandasnya.

 
Acara syukuran tersebut diwarnai dengan berbagai lagu yang dibawakan Paduan Suara Kingmi Papua Klasis Tigi sangat menarik. Tidak ketinggalan lagu-lagu daerah yang di tarikan  kelompok budaya Paroki tersebut.

Terkait dengan harapan Pastor kepada pemerintah tersebut, dilontarkan seorang tokoh agama Kingmi Papua, Koordinator Klasis, Silas  Pekey mengatakan, pembangunan yang digalakkan selama ini sudah menunjukkan adanya suatu perubahan yang sangat signifikan. Soalnya kita lihat berbagai perubahan yang dapat dinikmati oleh masyarakat Deiyai. “Walaupun Kabupaten baru sudah bisa bersaing dengan kabupaten pemekaran yang dimekarkan bersamaan,” tuturnya.

Walaupun demikian Silas Pekey yang juga Koordiinator Klasis itu mengharapkan agar mencontoi Yohanes pembaptis, dan Nabi Amos. Dengan dasar pembangunan yang diletakkan oleh pemimpin pendahulu Drs. Blasius Pakage, maka penjabat baru Basilius Badii akan terus berupaya guna meningkatkan taraf pembangunan yang lebih maju. “Kami para tokoh agama sangat memahami pribadi Penjabat Bupati Basilius Badii, BA. Maka harapan besar kami melalui  Penjabat Deiyai yang ke tiga akan lebih merubah pembangunan di wilayah kami ini,” urainya.

Menurut mantan Ketua Klasis Tigi, pembangunan yang terlihat sekarang merupakan upaya keras para pejabat yang ada di Deiyai. Tak dipungkiri sebab pembangunan di masing-masing unit kerja sudah menunjukkan adanya pelayanan kepada masyarakat. “Kesadaran masyarakat masyarakat Deiyai cukup tinggi untuk menerima proses pembangunan, lokasi pembangunan pembangunan tanpa masalah warga sudah serah, itu berarti rakyat mau menerima pembangunan,” ungkapnya mengakhiri perbincangan.

Sementara itu, Pjs. Bupati Deiyai, Basilius Badii mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan atas kepercayaan yang diberikan, sehingga tetap mengharapkan kerjasama dan dukungan dari masyarakat untuk mempersiapkan kabupaten yang definitive nantinya.

“Kepercayaan ini akan di jalankan sebaik mungkin untuk membangun Deiyai yang maju, disamping itu akan mempersiapkan semua ketentuan dalam menjalankan roda pemerintahan yang ada, walaupun hanya sementara, sehingga saat mengharapkan dukungan semua pihak dengan menanggalkan semua kepentingan pribadi atau kelompok dalam membangun daerah ini,” ujar Basilius Badii, kepada tabloidjubi.com di Waghete, Kabupaten Deiyai, Senin (9/7).  (Jubi/Eveerth Joumilena)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *