Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Bomberai
  3. Kapolres Kaimana ancam bubarkan demonstrasi tanpa izin
  • Rabu, 27 September 2017 — 11:37
  • 1287x views

Kapolres Kaimana ancam bubarkan demonstrasi tanpa izin

mengacu undang-undangan nomor 9 tahun 1998, tentang penyampaian pendapat di muka umum.
Ilustrasi, Anggota Polres Kaimana dalam kegiatan apel pengamanan, Jubi/dok
Jacob Owen
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Kaimana, Jubi-Kepala Kepolisian Resort Kaimana, Ajun Komisrais Besar Adam Erwindi, mengancam akan membubarkan demonstrasi tanpa izin. Ia mengacu undang-undangan nomor 9 tahun 1998, tentang penyampaian pendapat di muka umum.

“Yang dilarang dan biasanya dibubarkan oleh aparat kepolisian  karena penyampaian aspirasi di muka umum tidak mengantongi izin,” kata Adam saat ditemui di ruang kerjanya Selasa(26/9/2017).

Ia menjelaskan prosedur izin berdemontrasi  atau melakukan aspirasi dimuka umum secara terbuka harus dilaporkan tiga hari sebelum hai H. “Sehingga dikeluarkan surat izinnya, siapa nama koordinatornya, dari organisasi mana, tempat penyampaian aspirasi, maksud dan tujuan itu harus dilengkapi secara tertulis dan jelas,” kata Adam menjelaskan.

Disebutkan ada beberapa lokasi yang menurut aturan tidak bisa dilaksanakan penyampaian aspirasi secara terbuka oleh masyarakat yakni, rumah sakit Umum dan istana presiden. Namun ia memastikan tidak mengizinkan jika aspirasinya bersifat SARA, mengancam Keutuhan Negera Kesatuan republik Indonesia.

Adam berharap agar warga masyarakat lebih taat terhadap aturan yang berlaku karena Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara berasaskan hukum.

Yanto warga kelurahan Kota Kaimana, meminta agar Polres Kaimana tak hanya menindak demontrasi  tanpa izin. Namun juga menindak  pengguna jalan raya untuk tempat pesta.  “Bagi saya untuk membubarkan paksa kegiatan yang tidak ada surat ijin saya setuju, saya titip kepada Kapolres agar bisa mengambil langkah tegas pelaku pesta di jalanan,” kata Yanto.

Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan gedung. “Kecuali ada duka atau kegiatan keagamaan,” katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Pelantikan pimpinan dewan Kaimana ditunda

Selanjutnya

Pengrajin Kaimana butuh perhatian

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34502x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23246x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19051x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15606x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe