Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Gubernur Lukas merasa dikriminalisasi
  • Rabu, 27 September 2017 — 18:10
  • 1863x views

Gubernur Lukas merasa dikriminalisasi

Ia mempersilahkan polisi menangkap jika ada bukti kuat terkait dugaan itu.
Gubernur Papua Lukas Enembe saat berbincang dengan beberapa staf - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua Lukas Enembe merasa dirinya telah dikriminalisasi oleh  Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, terkait pemeriksaan sebagai saksi dugaan korupsi dana beasiswa luar negeri.

“Tidak ada itu gubernur bawa-bawa uang beasiswa dan bagi-bagi begitu saja,” kata Lukas, di Jayapura, Rabu (27/9/2017).

Ia mempersilahkan polisi menangkap jika ada bukti kuat terkait dugaan itu. Namun ia mengingatkan penyelenggara bukan Gubernur tapi instansi teknis.

“Bagaimana surat perintah penyelidikan (spridik) keluar 16 Agustus 2017, dan pada 18 Agustus saya diperiksa," kata Lukas menambahkan.

Lukas mempertanyakan dasar pemeriksaan dirinya, karena penyelenggaraan beasiswa adalah SKPD. Ia mempersilahkan Bareskrim Polri memanggil SKPD teknis yang melaksanakan program itu, sedangkan hasilnya Lukas membuka koordinasi.

“Jadi jelaslah ini kriminalisasi terhadap gubernur Papua,” katanya.

Saat wawancara dengan wartawan, Lukas mengaku pernah bertemu dengan Kepala BIN, menurut dia pertemuan itu membahas banyak hal, tidak hanya soal Pilkada Papua.

“Agenda saat itu banyak, termasuk pelantikan para bupati yang sudah terpilih, jangan sampai ada konflik antar pendukung, dan masalah keamanan Papua secara keseluruhan," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Gobay: penerapan Otsus di Papua belum maksimal

Selanjutnya

Gobai: OAP tidur di atas emas, tapi hasilnya dinikmati orang luar

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33662x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17575x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 16877x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe