Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Mesin elektronik pertamini laku keras di pasaran
  • Rabu, 27 September 2017 — 20:25
  • 1608x views

Mesin elektronik pertamini laku keras di pasaran

“Lebih banyak yang membeli alat ini di toko kami adalah orang asli Papua (OAP) daripada non-Papua. Mungkin mereka rasa ada keuntungan,” ujarnya.
Mesin pertamini khusus pertalite yang dijual toko Firman Waena tinggal satu lantaran diborong warga – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Pebisnis bahan bakar minyak (BBM) mulai beralih memakai mesin pompa bensin eceran elektronik, untuk usaha pertamini. Memakai mesin tersebut diakui akurasi atau takaran bensin bisa lebih tepat, layaknya di Sarana Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina.

Salah satu toko penjual mesin pertamini, Anwar, mengatakan sejak Maret 2017 lalu, ia menjual alat pertamini khusus pertalite tapi segera habis diborong masyarakat yang hendak berjualan BBM.

“Mesin pertamini sudah dibeli habis. Sekarang sisa satu, harganya Rp9 juta. Tentunya menggunakan mesin ini membuat usaha jual bensin eceran, mendapat predikat baik di mata konsumen,” kata pria yang menjadi penjaga toko Firman Waena, Kota Jayapura, Rabu (27/9/2017).

Ia mengaku, mesin pertamini telah ada sekitar 2012 dan mulai marak pada 2014 lalu. Namun di Jayapura baru beredar sekitar 2016 lalu.

“Lebih banyak yang membeli alat ini di toko kami adalah orang asli Papua (OAP) daripada non-Papua. Mungkin mereka rasa ada keuntungan,” ujarnya.

Rekan kerja lainnya, Siti, menjelaskan setidaknya keunggulan dari produk pompa bahan bakar elektronik ini, yakni sistem kerjanya layaknya pompa SPBU milik Pertamina pada umumnya. Untuk itu bisa melayani pembeli dengan metode literan, nominal uang dan pengisian penuh.

“Kita bisa mengatur harga dan mengatur jumlah liter yang pas. Akurasi pompa dalam menghitung liter BBM sangat baik (pas). Bisa dengan mudah melihat stok bensin yang ada di dalam bak penampung BBM. Dilengkapi dengan alarm pengingat, jika BBM yang ada di bak penampung BBM sudah mau habis, maka peringatan akan terdengar,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pompa bensin memang menggunakan listrik, namun jangan khawatir jika listrik dari PLN mati, karena terdapat baterai (aki) cadangan. Dalam mendistribusikan BBM, pompa yang digunakan merupakan pomba BBM khusus. Hal ini lebih aman daripada versi sebelumnya yang memakai pompa air biasa

“Seperti pompa SPBU Pertamina, mesin ini juga dapat mengeluarkan nota printing sesuai jumlah BBM yang dibeli konsumen,” ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

BPR ajak siswa menabung sejak dini

Selanjutnya

Musim pertama buah matoa, harga per kilo tembus Rp 150 ribu

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34450x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23108x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19004x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe