Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Investasi bodong, hanya dua dari 48 yang ada di Papua 
  • Jumat, 29 September 2017 — 12:13
  • 1452x views

Investasi bodong, hanya dua dari 48 yang ada di Papua 

Hanya dua dari 48 investasi ilegal atau bodong yang resmi ditutup Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode Januari-September 2017, yang disinyalir beroperasi di Papua dan Papua Barat, yakni UN Swissindo dan Talk Fusion.
Kantor OJK Papua dan Papua Barat  - Jubi 
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Hanya dua dari 48 investasi ilegal atau bodong yang resmi ditutup Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode Januari-September 2017, yang disinyalir beroperasi di Papua dan Papua Barat, yakni UN Swissindo dan Talk Fusion.

Kepala Perwakilan OJK Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu, mengakui  pihaknya sudah mengeluarkan rilis daftar investasi ilegal atau bodong sebanyak 48 perusahaan yang sudah ditutup operasinya selama tahun 2017, termasuk di dalamnya yakni First Travel.

"Meski tak secara formal di Papua, mendapatkan laporan ada beberapa yang sudah terindikasi beroperasi di Papua, yakni Talk Fusion dan UN Swissindo. Tapi yang sudah secara resmi kita ambil tindakan yaitu UN Swissindo," ujar Misran, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/9/2017).

Menurut Misran, untuk mengantisipasi dan mencegah adanya lagi penipuan berkedok investasi diperlukan sinergitas bersama masyarakat. Selain itu, pihaknya juga tengah gencar melakukan sosialisasi tentang investasi ilegal di tingkat sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, hingga tingkat ASN.

"Perlu adanya sinergi dari masyarakat, soalnya satgas waspada investasi tidak bisa bekerja sendiri. Jadi yang menjadi hambatan untuk mengambil tindakan ini karena lemahnya laporan dari masyarakat sendiri. Sedangkan untuk tindak pidana itu urusan kepolisian," jelasnya.

Sempat menghebohkan, beberapa waktu lalu, masyarakat korban UN Swissindo yang mendatangi kantor Bank Mandiri.  

CEO Regional XII PT Bank Mandiri, Tito Irianto, menegaskan pihaknya tak pernah kerjasama dan mengelola uang UN Swissindo.

"Saya kira sudah jelas bahwa kami tak pernah bekerjasama dan mengelola uang UN Swissindo," katanya singkat. (*) 

 

loading...

Sebelumnya

Pertamina: Pertamini bukan bagian dari Pertamina 

Selanjutnya

Pasar Youtefa jadi genangan lumpur, Kinerja Pemkot Jayapura dipertanyakan

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34450x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23108x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19004x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe