Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemerintah PNG perlu tegas melawan kekerasan terkait sihir
  • Sabtu, 30 September 2017 — 18:30
  • 1941x views

Pemerintah PNG perlu tegas melawan kekerasan terkait sihir

Kepada RNZI Lutz berkata bahwa dalam kasus baru-baru ini dua wanita disalahkan atas kematian seorang anak laki-laki berusia tiga tahun yang tersedak saat memakan sepotong ubi jalar.
Misionaris gereja Lutheran di daerah Pegunungan Tinggi Papua Nugini, Anton Lutz, mengatakan pemerintah perlu mengambil langkah tegas untuk melawan kekerasan terkait sihir - RNZI/123 RF.
RNZI
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Mendi, Jubi – Seorang misionaris gereja Lutheran di daerah Pegunungan Tinggi Papua Nugini mengatakan bahwa para pemimpin di pemerintahan perlu mengambil langkah tegas untuk melawan kekerasan terkait sihir.

Menurut Anton Lutz campuran menyesatkan antara kepercayaan tradisional yang dengan interpretasi lokal tentang agama Kristen telah menghasilkan peningkatan aksi kekerasan terhadap para korban yang dituduh melakukan sihir.

Lutz terlibat dalam diskusi tentang pelaksanaan Sorcery National Action Plan atau Rencana Aksi Nasional untuk Penanganan Kasus Kekerasan terkait Sihir tersebut.

Dia mengatakan program penelitian, kesehatan dan pendidikan yang mendasari dan mendukung rencana tersebut serta penyelamatan dan rehabilitasi korban, namun upaya ini juga perlu dukungan politik yang lebih besar dari semua pemerintah PNG.

“Kami membutuhkan pemimpin di negara ini untuk berdiri dan mengatakan ‘ini bukan perilaku orang Papua Nugini dan apa yang sedang Anda lakukan ini tidak dapat diterima’ dan saya pikir pesan itu perlu datang jauh dari atas (pusat pemerintahan) hingga ke bawah.”

“Seluruh negara ini perlu mengetahui bahwa pemerintah negara ini tidak menerima perilaku seperti ini, dan itu harus jelas bagi semua orang,” tegasnya.

Lutz mengatakan telah terjadi 12 serangan terhadap wanita yang dilaporkan tahun ini di Provinsi Enga namun jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi.

Kepada RNZI Lutz berkata bahwa dalam kasus baru-baru ini dua wanita disalahkan atas kematian seorang anak laki-laki berusia tiga tahun yang tersedak saat memakan sepotong ubi jalar.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Vt200 juta untuk korban letusan gunung berapi di Ambae

Selanjutnya

Solidaritas Pasifik untuk Kepulauan Karibia pasca Badai Irma dan Maria

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23401x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19119x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15623x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12653x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe