Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Delegasi UNHCR kunjungi Pusat Penahanan di Pulau Manus, PNG
  • Senin, 02 Oktober 2017 — 09:17
  • 875x views

Delegasi UNHCR kunjungi Pusat Penahanan di Pulau Manus, PNG

UNHCR mengatakan tujuan dari pemantauan tersebut adalah mengawasi keberangkatan pengungsi untuk yang dipindahkan ke Amerika Serikat dan menyaksikan penutupan pusat penahanan yang sedang berlangsung.
Sebuah demonstrasi di Pusat Penahanan Pulau Manus, PNG – RNZI/Supplied
RNZI
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Pulau Manus, Jubi – Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (United Nations High Commission for Refugees, UNHCR) telah mengirim delegasi ke Papua Nugini untuk memantau situasi di Pusat Penahanan Imigrasi Australia di Pulau Manus, PNG.

UNHCR mengatakan tujuan dari pemantauan tersebut adalah mengawasi keberangkatan pengungsi untuk yang dipindahkan ke Amerika Serikat dan menyaksikan penutupan pusat penahanan yang sedang berlangsung.

Badan tersebut mengatakan rencana Australia untuk secara tiba-tiba menarik semua layanan dan bantuan untuk penghuni pusat penahanan pada akhir Oktober sangat memprihatinkan.

Mereka berkata akan terus mengadvokasikan untuk orang-orang yang ditahan oleh pemerintah PNG dan Australia, sedangkan Australia adalah penandatangan Konvensi Pengungsi PBB.

UNHCR menegaskan bahwa Australia tetap mengambil tanggung jawab atas para pengungsi yang mereka tempatkan di Pusat Penahanan Pulau Manus akibat mencari suaka.

Berikut cuplikan pernyataan resmi UNHCR:

“Delegasi UNHCR hadir di Papua Nugini minggu ini untuk memantau kegiatan pemberangkatan pengungsi (gelombang) pertama ke Amerika Serikat, serta proses penutupan yang terus berlanjut atas ‘Pusat Pemrosesan Regional’ di Pulau Manus. Dalam konteks ini, penarikan layanan dan bantuan yang tiba-tiba dari Australia tetap sangat memprihantinkan, dan UNHCR akan terus melakukan advokasi dengan kedua pemerintah yang terlibat, PNG dan Australia. Sebagai penandatangan Konvensi Pengungsi PBB pada tahun 1951, Australia tetap bertanggung jawab atas mereka yang mencari perlindungan dan suakan kepadanya."(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Solidaritas Pasifik untuk Kepulauan Karibia pasca Badai Irma dan Maria

Selanjutnya

Krisis gunung berapi di Ambae, evakuasi massal hadapi kesulitan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34342x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22703x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18851x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe