Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Kebersihan terminal bandara Sentani tergantung kesadaran masyarakat
  • Rabu, 04 Oktober 2017 — 09:26
  • 1157x views

Kebersihan terminal bandara Sentani tergantung kesadaran masyarakat

Guna menjaga kebersihan lingkungan bandar udara Sentani kabupaten Jayapura, pihak bandara mengupayakan berbagai cara agar masyarakat yang berkunjung di bandara ini taat membuang sampah pada tempatnya dan mau memilah antara sampah kering dan sampah basah.
Tempat sampah yang disediakan pengelolan bandara Sentani – Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani, Jubi - Guna menjaga kebersihan lingkungan bandar udara Sentani kabupaten Jayapura, pihak bandara mengupayakan berbagai cara agar masyarakat yang berkunjung di bandara ini taat membuang sampah pada tempatnya dan mau memilah antara sampah kering dan sampah basah.

Pantauan Jubi di bandara Sentani, Selasa (3/10/17) pagi, tersedia cukup banyak tempat sampah, beberapa diantaranya masih baru. Meski beberapa tempat sampah jelas tertulis sampah basah dan sampah kering, namun masih banyak pengunjung yang belum paham dan membuang sampah dicampur antara sampah kering dan basah.

Petugas kebersihan di bandara Sentani, Tuty, mengatakan untuk menjaga kebersihan bandara dibutuhkan kerjasama masyarakat agar terminal bandara Sentani tetap terlihat bersih.

“Walau sudah disediakan tempat sampah yang baru, tapi masih ada masyarakat yang belum sadar untuk membuang sampah pada tempatnya serta memisahkan sampah basah dan sampah kering,” ucapnya.

Budaya mengunyah pinang tidak bisa dilarang. Yang diperlukan hanya kesadaran untuk membuang sisa buah pinang ke bak sampah yang sudah disediakan. Untuk menghindari ludah pinang berserakan, pihak bandara menyediakan kantong plastik, namun ini juga belum dimanfaatkan masyarakat.

“Padahal sudah ada bak sampah yang baru. Itu ada tempat untuk sampah kering dan basah tapi masih saja ada yang buang sembarang. Semua dicampur dan ludah pinang juga itu masih dibuang sembarang di jalan,” kata Tuty.

Di tempat terpisah, Ferlina, warga Sentani, mengatakan untuk menjaga kebersihan lingkungan kembali pada kesadaran masyarakat.

“Memang tidak bisa membatasi budaya mengunyah pinang. Hanya kesadaran yang perlu ditingkatkan. Saya pikir kita sebagai masyarakat yang harus paham dimana buang sampah yang benar dan bagaimana respon orang lain kalau kita buang sampah sembarangan. Bandara itu pintu masuk jalur udara orang dari berbagai daerah. Yang datang bukan hanya orang-orang dari kota Jayapura saja to,” kata Ferlina. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Kehadiran Jafar di Papua meresahkan

Selanjutnya

Jafar Umar disebut dalam sosialisasi ormas radikal

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23377x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19103x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15621x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12632x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe