Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Masyarakat pesisir PNG menolak penambangan bawah laut
  • Kamis, 05 Oktober 2017 — 07:00
  • 1100x views

Masyarakat pesisir PNG menolak penambangan bawah laut

“Mengapa pemerintah menyimpan rahasia dari rakyatnya? Masyarakat di pantai barat Propinsi Irlandia Baru hidup hanya 25km dari lokasi yang diusulkan di Laut Bismarck. Kami berada di garis depan tambang Solwara 1 dan jika kegiatan itu terus berlanjut ia akan berdampak pada kehidupan dan mata pencaharian kita.”
Peta Eksplorasi Proyek Penambangan Bawah Laut Solwara 1 – Map taken from Solwaramining.org
PINA
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Port Moresby, Jubi – Masyarakat Pesisir di Papua Nugini secara resmi meminta agar Pemerintah PNG membuka untuk umum semua dokumen penting berkaitan dengan perizinan dan dampak lingkungan dari proyek pertambangan bawah laut Solwara 1 sebelum tanggal 18 Oktober, atau bersiap menghadapi proses hukum.

Surat-surat itu diajukan ke Kementerian Pertambangan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Konservasi pada tanggal 5 September 2017, ditandatangani oleh perwakilan empat komunitas di sepanjang Laut Bismarck dan PNG.

Surat-surat tersebut menyebutkan bahwa Konstitusi PNG Bab 51 memberikan hak kepada setiap warga Papua Nugini untuk memiliki akses kepada dokumen-dokumen resmi tersebut.

“Sedikit sekali informasi mengenai proyek Solwara 1 yang telah diungkapkan oleh Pemerintah PNG atau pengembang proyek, Nautilus Minerals,” kata Peter Bosip, Direktur Eksekutif Centre for Environmental Law and Community Rights (Pusat Hukum Lingkungan dan Hak Masyarakat; CELCoR).

“Rakyat Papua Nugini memiliki hak konstitusional untuk melihat informasi ini terutama karena pemerintah mereka memiliki investasi besar sebagai pemegang saham dalam proyek ini. Demi kepentingan transparansi dan debat yang terpelajar, Pemerintah PNG harus mengeluarkan informasi yang diminta,” tambah Bosip.

Lucielle Paru, Central Province Pressure Group mengatakan, “Ada tingkat kekhawatiran yang tinggi di masyarakat PNG terkait eksperimen penambangan bawah laut. Ini adalah kali pertama ini dilakukan di dunia. Sebagai isu nasional, harus ada tingkat transparansi yang tinggi baik dari Pemerintah PNG maupun Nautilus Minerals.”

Menurut Jonathan Mesulam dari Pantai Barat Propinsi Irlandia Baru, masyarakat sipil di PNG telah meminta informasi ini selama bertahun-tahun, “Mengapa pemerintah menyimpan rahasia dari rakyatnya? Masyarakat di pantai barat Propinsi Irlandia Baru hidup hanya 25km dari lokasi yang diusulkan di Laut Bismarck. Kami berada di garis depan tambang Solwara 1 dan jika kegiatan itu terus berlanjut ia akan berdampak pada kehidupan dan mata pencaharian kita.”

“Kami akan menggunakan hak hukum kami untuk mendapat informasi sepenuhnya. Kami memiliki hak untuk mengetahui seluruh kebenaran tentang proyek Solwara 1. Pemerintah harus mengeluarkan dokumen yang kami minta”.

“Kami memberi waktu Pemerintah PNG hingga 18 Oktober untuk memberikan dokumen perizinan dan dampak lingkungan, atau tuntutat hukum diajukan terhadap Pemerintah,” lanjut Mesulam.(Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Ditemukan, tikus raksasa di cerita tradisional Kepulauan Solomon

Selanjutnya

Tegak hadapi bencana, seperti ini proses evakuasi rakyat Vanuatu dalam keadaan serba terbatas

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34129x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 20313x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17806x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe