Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Kasus Samenage, Dinkes Papua terus berkoordinasi dengan Dinkes Yahukimo
  • Jumat, 13 Oktober 2017 — 19:31
  • 1747x views

Kasus Samenage, Dinkes Papua terus berkoordinasi dengan Dinkes Yahukimo

"Kami juga melakukan pendampingan dalam penyusunan metodologi dan perencanaan, pembiayaan evaluasi pembangunan kesehatan di Kabupaten Yahukimo untuk triwulan keempat tahun 2017 dan Program Kegiatan di tahun 2018," ujarnya lagi, Jumat (13/10/2017).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg Aloysius Giay, M.Kes - Antara Papua
ANTARA
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Kasus kematian 38 warga di Distrik Samenage dalam kurun waktu Mei-Agustus 2017 pekan lalu, menyita perhatian pemerintah dan masyarakat Papua.

Kepala Dinkes Papua Aloysius Giyai, mengemukakan pihaknya telah melaksanakan tanggap darurat terhadap masalah ini dan terus berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Yahukimo, untuk memenuhi kebutuhan bidan di Distrik Samenage baik kebutuhan obat-obatan, bahan habis pakai, makanan tambahan dan ketersediaan tenaga.

Menurut dia, koordinasi juga dibangun dengan kementerian/lembaga, lembaga keagamaan, lembaga adat serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam memberi dukungan dan pendampingan bagi Kabupaten Yahukimo.

"Kami juga melakukan pendampingan dalam penyusunan metodologi dan perencanaan, pembiayaan evaluasi pembangunan kesehatan di Kabupaten Yahukimo untuk triwulan keempat tahun 2017 dan Program Kegiatan di tahun 2018," ujarnya lagi, Jumat (13/10/2017).

Selanjutnya, kata dia, pihakya mengambil alih sejumlah program/kegiatan yang dianggap penting guna memutus mata rantai kematian ini, seperti menyiapkan fasilitas rujukan dengan menggunakan penerbangan keagamaan yakni melalui Program Kartu Papua Sehat (KPS).

Penyediaan fasilitas perawatan pasien rujukan baik di rumah sakit milik pemerintah provinsi maupun pada rumah sakit rujukan nasional, dengan menggunakan Program KPS, serta mendukung penyediaan tenaga wajib kerja dokter spesialis (WKDS) melalui program dari Kementerian Kesehatan. 

Kemudian, kata dia lagi, penyediaan tenaga tertentu di distrik yang sulit melalui program satuan tugas (satgas) kesehatan kaki telanjang.

"Khusus untuk Kabupaten Yahukimo, tahun ini ditempatkan dua tim kaki telanjang namun bukan di Distrik Samanege. Pada 2018 Distrik Samenage akan menjadi prioritas penempatan Satgas Kesehatan Kaki Telanjang," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 38 warga di Distrik Semenage, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua dilaporkan meninggal dunia dalam kurun waktu Mei-Agustus 2017 karena sakit, dan tidak mendapat pelayanan kesehatan yang layak. (*)

loading...

Sebelumnya

Mahasiswa Yahukimo gelar seminar selama dua hari

Selanjutnya

Pengobatan massal di Jayawijaya, Pertamina targetkan 400 pasien

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34402x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22960x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18959x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe