Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Napi Lapas Timika sering kabur, KKJB desak Menkumham beri perhatian
  • Minggu, 15 Oktober 2017 — 18:00
  • 1427x views

Napi Lapas Timika sering kabur, KKJB desak Menkumham beri perhatian

"Mohon ada perhatian khusus dari pemerintah terhadap Lapas Timika. Kesannya, Lapas Timika paling jelek di seluruh Indonesia karena napi dan tahanan yang kabur dari Lapas Timika dalam setahun bisa tiga sampai empat kali," kata Ketua KKJB Mimika Pardjono di Timika, Minggu.
Ilustrasi lapas - Tempo.co
ANTARA
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Timika, Jubi - Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, mendesak Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly, memberi perhatian khusus terhadap kinerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Timika lantaran, berulang kali warga binaan kabur dari Lapas tersebut.

"Mohon ada perhatian khusus dari pemerintah terhadap Lapas Timika. Kesannya, Lapas Timika paling jelek di seluruh Indonesia karena napi dan tahanan yang kabur dari Lapas Timika dalam setahun bisa tiga sampai empat kali," kata Ketua KKJB Mimika Pardjono di Timika, Minggu.

Pardjono mencontohkan kasus kaburnya narapidana Itan Kamu Gwijangge alias Rambo yang dijatuhi vonis penjara selama 20 tahun karena membantai almarhum Tukimin dan anak-anaknya pada 2015. 

Itan Gwijangge kabur dari Lapas Timika pada Minggu (17/9) siang, bersama lima orang rekannya.

Hingga sekarang keberadaan yang bersangkutan belum diketahui.

"Sampai sekarang belum ada tanda-tanda. Kami melihat pihak kepolisian sudah berupaya maksimal untuk mencari yang bersangkutan. Tim kami juga setiap hari ada di lapangan, tapi belum juga ada tanda-tanda. Kami tidak tahu apakah dia sudah meninggalkan Timika atau bagaimana. Tapi yang jelas, Lapas Timika perlu dibenahi," kata Pardjono.

Mantan penyidik POM TNI-AD di Timika itu meminta Kemenkum HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan perlu menempatkan orang yang bertanggung jawab untuk memimpin Lapas Timika.

Guna mencegah kaburnya napi dan tahanan dari Lapas Timika terulang, Pardjono meminta pihak-pihak terkait menambah petugas pengamanan alias sipir. Sebab jumlah sipir dengan jumlah napi dan tahanan di Lapas Timika kini sama sekali tidak berimbang.

"Kelihatan di Timika orang yang berbuat kejahatan gampang sekali keluar dari penjara. Saya menduga ada kerja sama dengan orang dalam. Masa satu tahun bisa ada kejadian sampai empat kali. Ini aneh. Sebagai mantan penyidik POM, saya memahami betul apa yang sesungguhnya terjadi di Lapas Timika," kata Pardjono.

Menurut dia, jika kondisi Lapas Timika tidak segera dibenahi oleh pemerintah dan kasus kaburnya para napi dan tahanan terus saja terjadi maka hal itu akan memberikan preseden buruk bagi upaya penegakkan hukum di wilayah Timika dan sekitarnya.

"Kami sudah menyurati Menteri Hukum dan HAM serta Dirjen Pemasyarakatan untuk melaporkan masalah ini, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan. Kami berharap masalah ini ditindaklanjuti secara serius oleh para pimpinan di atas," kata Pardjono.

Terpidana Itan Gwijangge sebelum kabur dari Lapas Timika rencananya akan dipindahkan ke Lapas Kelas I Makassar.

Pihak KKJB Mimika telah menyiapkan dukungan dana untuk mengevakuasi yang bersangkutan ke Makassar.

"Surat dari Dirjen Pemasyarakatan dan Kanwil Pemasyarakatan Papua sudah ada. Lapas Timika tinggal menunggu surat dari Merauke untuk memindahkan terpidana Itan Gwijangge ke Makassar. Kami sudah wanti-wanti pihak Lapas Timika kalau bisa ada penanganan prioritas bagi yang bersangkutan, bila perlu diisolasi. Ternyata dia kabur," kata Pardjono.

Selain Itan Gwijangge, identitas napi dan tahanan lain yang kabur dari Lapas Timika beberapa waktu lalu itu yakni Robby Pamotman, Jerengky Wenda, Lambuta Tabuni, Igisti Tabuni, Robert Nirigi dan Pillor Gwijangge dan Intan Kamu Gwijangge.

Mereka kabur usai ibadah Minggu dalam kompleks Lapas Timika. (*)

loading...

Sebelumnya

Barang-barang di jalur tol laut diminta dilabeli khusus

Selanjutnya

Warga palang jalan Wamena-Karubaga terkait pilkada

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23421x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19124x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15630x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12662x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe