Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Banyak masyarakat Korowai tidak memiliki nama
  • Kamis, 19 Oktober 2017 — 23:47
  • 1479x views

Banyak masyarakat Korowai tidak memiliki nama

"Terutama anak-anak, remaja dan ada juga orang tua yang tidak memiliki nama. Kalau ada, itu pun hanya sebagian kecil dari warga di sini," sampainya.
Masyarakat Korowai - Agus Pabika/Jubi
Agus Pabika
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Danowage, Jubi - Sebagian besar anak-anak dan pemuda di Kampung Ayak, Distrik Kolofbrasa, Kabupaten Asmat, tidak memiliki nama, juga tidak mempunyai akta kelahiran yang menunjukkan tempat dan tanggal lahir mereka.

Hal tersebut disampaikan penginjil Gereja Reformasi Papua (GJRP) di Kampung Ayak, Saul Wisal, kepada Jubi. Selasa, (17/10/2017).

Ia mengatakan pendataan seharusnya dilakukan pemerintah kampung, namun karena tidak dilakukan, banyak masyarakat yang tidak memiliki nama.

"Terutama anak-anak, remaja dan ada juga orang tua yang tidak memiliki nama. Kalau ada, itu pun hanya sebagian kecil dari warga di sini," sampainya.

Lanjutnya, jika ada warga yang baru melahirkan, harus diberitahu ke penginjil atau kepala kampung agar sesegera mungkin nama dan tempat tanggal lahir dicatat.

"Nanti kalau urus apa-apa, dipersulit lagi jika tidak ada data," katanya.

Sementara itu Ketua Kopkedat Papua, Yan Akobiarek, menambahkan masyarakat yang tidak memiliki nama, tempat dan tanggal lahir tidak hanya di Kampung Ayak, namun ditemui pula di Kampung Burukmahkot, Okmahkot dan beberapa kampung kecil yang ada di sekitar Korowai.

"Kami biasa ingatkan ke penginjil dan hamba Tuhan untuk mencatat setiap kelahiran anak beserta nama mereka, agar ketika mereka masuk sekolah tidak dipersulit. Mereka harus sekolah seperti teman-teman mereka yang sudah SD, SMP dan SMA di Yahukimo," katanya.

Ia mengatakan setiap anak juga harus dibaptis dan diberi nama oleh pendeta setempat. (*)

loading...

Sebelumnya

Sebanyak 20 parpol mendaftar ke KPU Merauke

Selanjutnya

Kapolres Merauke geram, big bos roleks buka permainan judi lagi

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34010x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18492x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17489x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe