Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Misionaris GIDI buka klinik kesehatan di Danowage
  • Minggu, 22 Oktober 2017 — 19:25
  • 2405x views

Misionaris GIDI buka klinik kesehatan di Danowage

"Kami tidak tahu lagi mau berobat ke mana, karena di kampung-kampung kami tidak ada petugas kesehatan, yang ada hanya bangunan Pustu yang tidak dihuni," sampainya.
Teresa, istrinya Trevor saat melayani warga Korowai - Jubi/Agus
Agus Pabika
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Danowage, Jubi - Minimnya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat Korowai, membuat misionaris Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Papua, membuka klinik di Danowage untuk melayani warga, Jumat, (20/10/2017), di Korowai.

Salah satu penginjil di Kampung Baigun, Kabupaten Asmat, Pirimus Kogoya, yang datang berobat di klinik misionaris GIDI mengatakan pelayanan kesehatan tersebut sangat membantu masyarakat Korowai.

"Kami tidak tahu lagi mau berobat ke mana, karena di kampung-kampung kami tidak ada petugas kesehatan, yang ada hanya bangunan Pustu yang tidak dihuni," sampainya.

Lanjutnya, mereka datang berobat ke Danowage, karena hanya di sana terdapat pelayanan kesehatan. Meskipun, kata dia, pelayanan kesehatan seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun pemerintah tidak pernah melakukan kunjungan dan melayani warga.

"Pemerintah harus buka pos dan taruh petugas tetap di setiap kampung, agar kami tidak harus  jalan kaki ke Danowage untuk berobat kepada misionaris," pintanya.

Menurutnya, perjalanan dari Baigun ke Danowage bisa memakan waktu dua hari.

"Itu pun jika tidak ada banjir dan kendala lainnya. Ada juga pasien yang kami antar dari Baigun meninggal di tengah jalan, kemudian dibawa lagi ke kampung untuk dimakamkan keluarga," ungkapnya.

Sementara itu, Trevor mengatakan sebagai penginjil ia sangat menghargai nyawa manusia. Sebab menurutnya nyawa begitu berharga di mata Tuhan, dan ini jadi bagian pelayanan kemanusiaan yang ia lakukan di Korowai.

"Kalau ada pasien yang sakit dan darurat, biasanya kami bawa ke Sentani untuk berobat, dengan didampingi penginjil atau keluarga terdekat," sampainya.

Dari pantauan Jubi, pengobatan yang dilakukan Trevor dan istrinya, Teresa, sangat membantu masyarakat Korowai baik dari Kampung Burukmahkot, Ohkmahkot, Ayak, Baigun, Mabul serta beberapa kampung lainnya.

Pengobatan pun dilakukan secara sukarela dan tanpa dipungut biaya. Dalam sehari pasien yang datang berkunjung 5 sampai 10 orang, baik itu yang membawa anak-anak maupun orang tua. (*)

loading...

Sebelumnya

PKK ajak mahasiswa kampanyekan pola hidup sehat

Selanjutnya

Pernikahan dini penyebab meninggalnya ibu hamil di Korowai

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34404x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22971x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18961x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe