Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Gunung berapi stabil, penduduk Ambae mulai dipulangkan
  • Selasa, 24 Oktober 2017 — 09:52
  • 1063x views

Gunung berapi stabil, penduduk Ambae mulai dipulangkan

Pemerintah Vanuatu akan mulai mengirim kembali penduduk Ambae ke desa mereka karena gunung berapi di pulau itu tampaknya telah lebih stabil.
Pemerintah Vanuatu mulai mengirim kembali penduduk Pulau Ambae ke desa-desa mereka menyusul stabilnya aktivitas gunung berapi – ABC/ Facebook: Palang Merah Vanuatu
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Pulau Ambae, Jubi – Pemerintah Vanuatu akan mulai mengirim kembali penduduk Ambae ke desa mereka karena gunung berapi di pulau itu tampaknya telah lebih stabil.

Penduduk Pulau Ambae dievakuasi akhir bulan lalu saat gunung berapi Manaro terancam meletus, 11.000 penduduknya dipindahkan ke tempat- tempat penampungan di beberapa pulau tetangga.

Menteri Geologi dan Pertambangan Ralph Regenvanu mengatakan bahwa pemerintah akan mengendalikan proses pemulangan pengungsi, yang diperkirakan akan memakan waktu hanya tiga hari.

Pemulangan gelombang pertama akan dimulai pada hari Sabtu mendatang, katanya, menambahkan bahwa proses yang sangat perlu dikelola dengan rinci tersebut akan berada di bawah komando polisi.

“Pemerintah akan memindahkan masyarakat dari pusat- pusat evakuasi di mana mereka ditempatkan ke dermaga,” kata Regenvanu.

Regenvanu menolak tuduhan bahwa pemerintah dikatakan bereaksi berlebihan dalam evakuasi Ambae, dan mengatakan bahwa pemerintah menerima saran ahli bahwa bahaya erupsi itu nyata.

Anggota Parlemen lokal untuk Ambae, Jay Ngwele, sebelumnya mengatakan kepada Pacific Beat bahwa keputusan Pemerintah Vanuatu untuk mewajibkan evakuasi seluruh pulau itu diambil berdasarkan jumlah bukti yang terbatas.

Menurut Ngwele walapun dia mengerti Pemerintah Vanuatu mengambil keputusan untuk melindungi kehidupan masyarakatnya, dia terkejut saat mengetahui bahwa hanya ada dua stasiun seismik di Ambae.

Namun Regenvanu mengatakan bahwa Pemerintah mengambil keputusan evakuasi setelah menerima saran terbaik yang ada untuk mereka.

“Rekomendasinya adalah lebih baik semua masyarakat meninggalkan pulau Ambae karena ada kemungkinan besar akan ada erupsi besar yang akan menyebabkan seluruh pulau itu meledak,” katanya.

Menjelang pemulangan, Perdana Menteri, Menteri Perubahan Iklim dan Menteri Dalam Negeri akan berkunjung ke pulau tetangga Santo, Maewo dan Pentakosta pada hari Jumat untuk mengucapkan terima kasih kepada masyarakat lokal ketiga pulau yang telah membuka pintu mereka kepada para pengungsi.(ABC/Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Menteri-menteri Pariwisata Pasifik rapat tahunan

Selanjutnya

Kekurangan gizi dan obesitas tantangan negara-negara SIDS

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23532x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19212x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15656x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12730x views
Domberai |— Senin, 10 Desember 2018 WP | 10845x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe