Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Pekerja bongkar muat pelabuhan Bade minta kenaikan tarif
  • Kamis, 25 Oktober 2017 — 20:24
  • 1041x views

Pekerja bongkar muat pelabuhan Bade minta kenaikan tarif

Minimnya biaya tarif bongkar muat selama ini menjadikan membuat mereka merasa dianaktirikan dan tak diperhatikan dengan baik.
Para buruh TKBM di Pelabuhan Bade, Distrik Edera, Kabupaten Mappi – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Mappi- Jubi- Para pekerja bongkar muat di pelabuhan Bade, Kabupaten  Mappi yang tergabung dalam Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) minta pemerintah setempat intervensi menaikan tarif sebagai biaya jasa bongkar yang mereka lakukan.  Minimnya biaya tarif bongkar muat selama ini menjadikan membuat mereka merasa dianaktirikan dan tak diperhatikan dengan baik.

“Terutama berkaitan dengan perhitungan bongkar muat barang dari kapal yang dilakukan,” kata Koordinator mandor Pelabuhan Bade, Laurensius Kamkopaimu kepada Jubi Rabu (25/10/2017).

Laurensius, mengaku selama ini  sudah mengusulkan kepada pemerintah agar tarif bongkar muat barang dari kapal dinaikan. “Sayangnya hingga sekarang tak direspon baik pemerintah,” kata Laurensius, menambahkan.

Menurut dia, dari tahun ke tahun tarif bongkar barang secara manual dari atas kapal hanya dihargai Rp 55 ribu per ton. Padahal, aktivitas bongkar dari kapal sangat sulit, sehingga pendpatanya sangat minim.

Ia telah mengusulkan kenaikan tarif ke pemerintah dari Rp 55 ribu per ton menjadi Rp 150 ribu  per ton. Usulan itu untuk memenuhui buruh membongkar muat mendapatkan upah layak  sesuai kebutuhan angka kebutuhan hidup sekarang.

“Agar setimpal dengan kerja kerasnya selama membongkar barang dari palka kapal,” katanya.

Tuntutan serupa juga disampaikan anggota TKBM, Yulianus Aun yang menyatakan sudah mengajukan tuntutanya ke kantor kesyahbandaran di pelabuhan Bade.

“Terus terang, dengan Rp 55 ribu  per ton yang dibayar  tak sesuai dengan kebutuhan dan kerja keras kami ,” katanya.

Rata-rata yang dibongkar dengan tenaga barang berat seperti semen maupun beras dari kapal ke atas pelabuhan.

Ia berharap agar pemerintah ikut memberi perhatian dengan menetapkan standard dasar tarif bongkar barang. “Sehingga menjadi acuan bagi buruh pelabuhan,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Gambir menjadi komoditas ekonomi sebagian masyarakat Mappi

Selanjutnya

Pemkab Mappi bangun mako Brimob III di Bade

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23525x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19206x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15654x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12726x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe