Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Usaha Pertamini di Waghete menjanjikan
  • Senin, 30 Oktober 2017 — 00:45
  • 1252x views

Usaha Pertamini di Waghete menjanjikan

Jarak terpencil dan jauh dari akses SPBU, menjadi alasan usaha penjualan BBM yang menjamur di pinggir  jalan masih menjanjikan.
Salah satu mobil dinas mengisi BBM dari salah satu Pertamini di Waghete, Deiyai – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi - Usaha penjualan bahan bakar minyak secara eceran atau istilah populernya  Pertamini, semakin menjamur di sejumlah daerah khususnya di Waghete, Kabupaten Deiyai, Papua. Jarak terpencil dan jauh dari akses SPBU, menjadi alasan usaha penjualan BBM yang menjamur di pinggir  jalan masih menjanjikan.

“Saya melihat hal itu sebagai peluang, karena konsumennya juga mobil dan sepeda motor,” kata Mulyadi , 26 tahun pemilik Pertamini di Waghete, kepada Jubi belum lama ini.

Ia menyebutkan usaha penjualan BBM eceran yang ia lakukan mampu menjual hingga 50 liter BBM jenis premium per hari, dengan menjual selama 12 jam sejak pukul 06.00 hingga pukul 18.00 petang. “Bila akhir pekan  bisa lebih menjadi 80 liter,” kata Mulyadi , menambahkan.

Tingginya animo publik menggunakan bahan bakar menjadikan alasan dia membuka cabang di lain tempat, tepatnya  di Mugou,  yang lokasinya di jalur ramai kendaraan.

Mulyadi menjelaskan  per liter ia hanya mengambil keuntungan Rp 1500, dari biaya penjualan per liter Rp 9 ribu per liter. Ia membeli premium dari Nabire dengan harga normal Rp 7500, dengan selisih keuntungan itu ia rata-rata  setiap bulan dari satu pertamini miliknya mampu menghasilkan Rp 2,2 juta.

Dolinus Adi, 33 tahun seorang sopir lintas Enarotali-Waghete mengatakan, Deiyai tidak punya SPBU sehingga satu-satunya membeli BBM jenis premium di Pertamini tempat itu.

“Memang di sini tidak ada SPBU yang harganya sama rata (nasional). Jadi satu-satunya kita beli di sini. Ya, Rp 9 ribu per liter, jika pakai botol Rp10 ribu,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Meski mahal, pembeli sirih tidak berkurang

Selanjutnya

GNNT, Bank Papua siap laksanakan MoU dengan pemda se Papua

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34319x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22551x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18762x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe