Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Turun, angka kematian akibat kanker payudara di Fiji 2017
  • Senin, 30 Oktober 2017 — 06:23
  • 1259x views

Turun, angka kematian akibat kanker payudara di Fiji 2017

Pada tahun 2015 terjadi 136 kematian akibat kanker payudara, dan pada tahun 2016 terjadi 145 kematian. Sementara tahun 2017, sejauh ini telah terjadi 45 kematian yang terlapor.
Menteri Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan Rosy Akbar bersama penyelenggara Simposium Pinktober Universitas Nasional Fiji bersama beberapa korban selamat kanker di Kampus FNU Pasifika di Suva, 27 Oktober 2017 – Fiji Sun/Arishma Devi-Narayan
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Suva, Jubi – Penurunan drastis dalam jumlah kematian akibat kanker payudara terekam tahun ini.

Tidak diragukan lagi bahwa kemajuan ini merupakan hasil kampanye yang efektif untuk meningkatkan kesadaran terhadap kanker dimana masyarakat telah menjadi lebih progresif dalam membicarakan penyakit ini, berbagi kisah mereka dan mengingatkan orang lain untuk deteksi dini kanker payudara, kata Menteri Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan, Rosy Akbar.

Akbar mengungkapkan data ini saat Simposium Pinktober Universitas Nasional Fiji di Suva jumat kemarin (27/10.2017).

Pada tahun 2015 saja, menurut data Kementerian Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan, terjadi 136 kematian akibat kanker payudara dan pada tahun 2016 terjadi 145 kematian.

Dan tahun 2017, sejauh ini telah terjadi 45 kematian akibat kanker payudara yang terlapor.

Akbar menyiratkan bahwa kanker payudara dapat disembuhkan dan mendesak agar perempuan dan laki-laki melakukan deteksi dini dengan mengutip contoh penyintas kanker.

Akbar juga menegaskan bahwa kanker payudara bukanlah penyakit perempuan; ia bisa memengaruhi siapa saja.

Selain itu, banyak pasien yang takut menjalani operasi melawan kanker payudara. “Tapi operasi itu akan menyelamatkan hidup Anda, contohnya adalah penyintas yang ada di sini. Seorang perempuan masih tetap seorang perempuan tanpa payudara, hilangkan stigma terhadap ketiadaan payudara,“ tuturnya.(Fiji Sun/Elisabeth C.Giay)

loading...

Sebelumnya

Merayakan kontribusi ekonomi dan pembangunan perempuan kampung

Selanjutnya

Film Blackbird diputar di Kepulauan Solomon

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23608x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19244x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15689x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12762x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe