Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Warga Waropen masih takut periksa HIV
  • Senin, 30 Oktober 2017 — 11:48
  • 1340x views

Warga Waropen masih takut periksa HIV

Pengelola Puskesmas Waren, kabupaten Waropen, provinsi Papua, menyatakan umumnya warga di daerah itu masih takut memeriksakan HIV di klinik VCT yang ada di puskesmas, meskipun sosialisasi tentang penularan dan pencegahan HIV rutin dilaksanakan. Mereka khawatir dikucilkan di keluarga dan masyarakat bila hasil tes positif.
Meski kampanye penanggulangan HIV-AIDS gencar dilakukan ternyata di banyak daerah, Waropen salah satunya, masih banyak warganya yang takut periksa HIV karena khawatir dikucilkan - IST
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Pengelola Puskesmas Waren, kabupaten Waropen, provinsi Papua, menyatakan umumnya warga di daerah itu masih takut memeriksakan HIV di klinik VCT yang ada di puskesmas, meskipun sosialisasi tentang penularan dan pencegahan HIV rutin dilaksanakan.Mereka khawatir dikucilkan  keluarga dan masyarakat bila hasil tes positif.

"Sebenarnya ada kesadaran warga Waropen untuk datang ke klinik VCT, namun saat hendak memeriksa ada tidaknya HIV mereka enggan," kata Tiasito Windagdu, Koordinator Laboratorium Klinik VCT Puskesmas Waren, ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Senin (30/10/2017).

Ia mengatakan keengganan memeriksakan diri terkait HIV itu dilatarbelakangi asumsi akan mendapat stigma negatif dari keluarganya.

"Stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Waropen masih ada. Mereka takut jangan sampai mengidap HIV kemudian diasingkan oleh keluarganya," ujarnya.

Bahkan, kalau pun teridap HIV masih banyak yang beranggapan penyakit yang dideritanya akibat gangguan roh halus atau warga Waropen menyebutnya suanggi.

"Sudah jelas bahwa hasil pemeriksaan di klinik positif HIV tetapi tidak mau berobat karena pemikirannya masih ke suanggi," ujar Tiasito.

Padahal, tambah dia, klinik VCT Puskesmas Waren aktif menyosialisasikan cara pencegahan penularan HIV meskipun ada keterbatasan dana. (*)

 

loading...

Sebelumnya

PKBM wujudkan impian anak putus sekolah studi ke perguruan tinggi

Selanjutnya

Murid SD Inpres Kampung Harapan dilatih menjadi detektif jentik

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34503x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23253x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19052x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15606x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe