Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Tiga tahun, lulusan SD di lima kampung ini tak lanjut ke SMP
  • Senin, 30 Oktober 2017 — 20:16
  • 845x views

Tiga tahun, lulusan SD di lima kampung ini tak lanjut ke SMP

Lulusan SD di lima kampung di distrik Kaptel, kabupaten Merauke, terpaksa tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP lantaran jarak sekolah yang sangat jauh. SMP hanya ada di ibukota distrik, tujuh jam perjalanan melalui jalur laut dari kampung-kampung tersebut.
Ketua DPRD Merauke, Fransiskus Sirfefa, saat berikan keterangan pers kepada wartawan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Lulusan SD di lima kampung di distrik Kaptel, kabupaten Merauke, terpaksa tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP lantaran jarak sekolah yang sangat jauh. SMP hanya ada di ibukota distrik, tujuh jam perjalanan melalui jalur laut dari kampung-kampung tersebut.

Hal tersebut diungkap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa, kepada Jubi, Senin (30/10/2017).

Sirfefa bersama beberapa anggota DPRD Merauke pada masa reses ini melakukan kunjungan kerja selama beberapa hari di distrik Kaptel. Dalam kunjungan tersebut ditemukan sejumlah persoalan serius yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Dari dialog bersama masyarakat dan guru, ternyata orangtua dari anak-anak di lima kampung di distrik Kaptel tak menyekolahkan anaknya ke bangku sekolah menengah pertama (SMP). Itu diakibatkan jarak dari kampung sangat jauh dengan SMP di ibukota distrik,”ungkap Sirfefa.

Dari penjelasan kepala distrik, katanya, jarak lima kampung dengan ibukota distrik sangat jauh dan satu-satunya transportasi hanya dengan jalur laut. Untuk sampai di ibukota distrik, perjalanan memakan waktu sekitar tujuh jam.

“Ini menjadi salah satu penyebab sehingga anak-anak di sejumlah kampung tak bisa ke ibukota distrik melanjutkan studi di bangku SMP. Kondisi tersebut sudah berjalan tiga tahun terakhir,” ujarnya.

“Saya kira ini menjadi tugas dan tanggung jawab Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran kabupaten Merauke, Felix Liem Gebze, untuk segera mencari solusi terbaik,” pintanya.

Intinya, lanjut dia, anak-anak dari kampung harus dibawa ke ibukota distrik agar bisa melanjutkan studi di SMP.

“Saran saya, dinas menyewa rumah sementara sambil membangun asrama agar anak-anak ditampung sekaligus sekolah,” ujarnya.

Anggota dewan lainnya, Tarsisius Awi, menambahkan kondisi pendidikan di daerah pedalaman sangat memprihatinkan karena proses belajar mengajar tak berjalan baik.

“Banyak guru dengan alasan melanjutkan studi, mangkir dari tempat tugas dan lebih banyak berada di kota. Ketika anak ke sekolah, terpaksamereka pulang lantaran gurunya tak berada di tempat,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Tempat judi roleks dibongkar, pengelola digelandang ke Polres Merauke

Selanjutnya

Sumber air Rawa Biru dipalang lagi

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23525x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19203x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15654x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12726x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe