Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Perusahaan kayu diingatkan ikut jaga jalan Sarmi-Jayapura
  • Selasa, 31 Oktober 2017 — 22:45
  • 1879x views

Perusahaan kayu diingatkan ikut jaga jalan Sarmi-Jayapura

"Saya berharap, truk perusahaan kayu yang mengangkut kayu dan melintasi jalan Sarmi ke Jayapura. Jangan mengangkut muatan berlebihan, yang tidak sesuai dengan kondisi jalan. Ini akan menyebabkan jalan itu cepat rusak," kata H. Syamsunar kepada Jubi, Selasa (31/10/2017). 
Ilustrasi jalan trans Kabupaten Sarmi-Kabupaten Jayapura, Papua - persakmi.or.id
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari daerah pemilih I yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Sarmi dan Keerom, H. Syamsunar Rasyid mengingatkan pengusaha atau pemilik perusahaan kayu ikut menjaga kondisi ruas jalan trans Papua dari arah Kabupaten Sarmi ke Kabupaten Jayapura.

Ia mengatakan, kondisi ruas jalan dari arah Sarmi sudah dibenahi, dan tidak ada lubang di sepanjang jalan. Yang dibutuhkan kini peran semua pihak terkait menjaga kondisi jalan ini, termasuk perusahaan kayu. 

"Saya berharap, truk perusahaan kayu yang mengangkut kayu dan melintasi jalan Sarmi ke Jayapura. Jangan mengangkut muatan berlebihan, yang tidak sesuai dengan kondisi jalan. Ini akan menyebabkan jalan itu cepat rusak," kata H. Syamsunar kepada Jubi, Selasa (31/10/2017). 

Menurutnya, hampir setiap malam truk pengangkut kayu dari arah Sarmi melintasi jalan itu dengan tujuan distrik yang ada di Kabupaten Jayapura, di antaranya Nimboran. 

"Saya pikir pengusaha kayu juga harus peduli dan ikut menjaga jalan ini. Pemerintah sudah berupaya membehani jalan, kalau  tidak didukung pengguna jalan, terutama perusahaan kayu, sama saja. Jalan akan cepat rusak," ujarnya. 

Katanya, jika perlu, ketika ada jalan yang rusak, perusahaan kayu ikut andil memperbaikinya, mencegah supaya kerusakannya tidak semakin parah.

"Misalnya kalau truk pengangkut kayu melintas tanpa memuat kayu, dapat memuat material untuk menimbun jika ada jalan yang berlubang. Jalan ini sangat mendukung distribusi perekonomian masyarakat di Sarmi," katanya. 

Anggota Komisi IV DPR Papua yang membidangi infrastruktur, Thomas Sondegau mengatakan, upaya pemerintah membenahi infrastruktur jalan, harus didukung pengguna jalan.

"Kalau tidak, sama saja. Jalan yang sudah dibenahi itu tidak akan bertahan lama. Nanti jalan rusak menyalahkan pemerintah, tapi ketika jalan sudah diperbaiki, pengguna tidak ikut menjaganya," kata Thomas.

Menurutnya, perawatan jalan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi semua pihak yang menggunakan jalan itu. (*) 

loading...

Sebelumnya

Taman burung di Biak berpotensi dijadikan kebun binatang

Selanjutnya

Pelantikan 14 kursi DPR dipastikan akhir November tahun ini

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23565x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19224x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15668x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12750x views
Domberai |— Senin, 10 Desember 2018 WP | 10854x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe