Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Jelang referendum, Presiden Perancis akan kunjungi Kaledonia Baru
  • Kamis, 02 November 2017 — 09:59
  • 1707x views

Jelang referendum, Presiden Perancis akan kunjungi Kaledonia Baru

Pertemuan itu diharapkan untuk menjadi pertemuan terakhir sebelum plebisit kemerdekaan Kaledonia Baru tahun depan.
Presiden Perancis Emmanuel Macron – RNZI/AFP
RNZI
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Cayenne, Jubi – Presiden Perancis, Emmanuel Macron mengatakan sebelum Mei 2018 mendatang dia akan mengunjungi Kaledonia Baru yang telah dijadwalkan untuk melakukan referendum kemerdekaan saat itu.

Macron membuat pengumuman tersebut dalam sebuah pidato selama kunjungan dua harinya ke ibukota Guyana Perancis, Cayenne.

Dia juga mengatakan akan bertemu dengan sejumlah politisi terpilih Kaledonia Baru di Paris yang menandai periode bersejarah dengan sebuah keputusan penting.

Sebelumnya, Perdana Menteri Edouard Philippe mengumumkan ia akan mengunjungi Noumea sebelum akhir tahun ini.

Pada hari Kamis (26/10/2017), PM Perancis Philippe dijadwalkan memimpin sebuah pertemuan para penandatangan Perjanjian Noumea yang melibatkan para pemimpin politik wilayah tersebut.

Pertemuan itu diharapkan untuk menjadi pertemuan terakhir sebelum plebisit kemerdekaan Kaledonia Baru tahun depan.

Sementara itu masih ada beberapa masalah yang perlu diselesaikan, secara khusus sebuah kesepakatan harus disusun untuk menentukan siapa saja yang akan diizinkan untuk memilih nanti.

Kelompok Pro-Kemerdekaan Kanak bersikeras bahwa semua masyarakat pribumi secara otomatis terdaftar untuk referendum itu tanpa perlu melalui pendaftaran terlebih dahulu di daftar pemilih.(*)

loading...

Sebelumnya

Kesehatan Penduduk Ambae memburuk akibat kualitas udara

Selanjutnya

Pemerintah Kepulauan Solomon diambang keruntuhan

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23531x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19211x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15656x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12729x views
Domberai |— Senin, 10 Desember 2018 WP | 10845x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe