Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Kebun gizi, hasil kerja bareng guru dan siswa SD Inpres Komba
  • Jumat, 03 November 2017 — 12:07
  • 1220x views

Kebun gizi, hasil kerja bareng guru dan siswa SD Inpres Komba

Berbekal pelatihan membuat pupuk alami dari bahan organik dari lingkungan sekitar, kini, Sekolah Dasar (SD) Inpres Komba di distrik Sentani kabupaten Jayapura telah memiliki kebun gizi yang merupakan kerja bareng antara murid dan guru di sekolah tersebut.  
Kebun gizi hasil kerja bareng siswa dan guru SD Inpres Komba Sentani, kabupaten Jayapura - Jubi/Yance Wenda 
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi – Berbekal pelatihan membuat pupuk alami dari bahan organik dari lingkungan sekitar, kini, Sekolah Dasar (SD) Inpres Komba di distrik Sentani kabupaten Jayapura telah memiliki kebun gizi yang merupakan kerja bareng antara murid dan guru di sekolah tersebut.  

“Baru–baru petugas dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian kabupaten Jayapura datang ajar kami bikin pupuk. Dari Badan Ketahanan Pangan kirim dua staf dan dari Dinas Pertanian kabupaten Jayapura kirim dua fasilitator. Yang mengikuti pembekalan itu ada tujuh sekolah,” kata Kepala SD Inpres Komba, Agustina Sokoy, kepada Jubi, di ruang kerjanya, Rabu (1/11/2017).

Pada pelatihan tersebut diajarkan cara pengelolaan daun dan kotoran ternak menjadi bahan yang berguna seperti pupuk alami untuk tanaman di lingkungan sekolah atau tempat tinggal.

Agustina mengatakan bahan-bahan yang digunakan untuk menjadikan pupuk alami ini dari daun gamal, dana, kotoran ternak, dan nutri E4, lalu diolah menjadi pupuk.

“Kami sudah bikin dan pake satu kali. Rencana kami akan buat lagi dan pake untuk pupuk kebun gizi di sekolah ini, karena kami sudah tahu proses pembuatannya,” ucapnya.

Agustina menjelaskan selama ini hanya mengunakan pupuk biasa dari air bekas kolam, ampas sagu, dan enceng gondok yang dipotong dan dicampurkan untuk digunakan di tanaman buah terong, kol, sayur, dan sawi.

“Sebelumnya itu kita pake ampas sagu itu bagus juga dengan pake pupuk kompos yang kita buat ini suburnya sama saja bagus, tidak ada efek samping karena vitamin E4 ini vitamin tambahan saja,” ucap Sokoy.

Di tempat terpisah, orang tua siswa yang sedang menunggu anaknya, mengatakan di sekolah ini banyak sekali yang anak-anak dapatkan yang tidak didapatkan di rumah.

“Saya senang anak-anak semakin banyak ilmu dan jadi lebih mandiri. Salah satunya anak-anak diajar rawat tanamam di kebun gizi yang ada di sekolah. Saya ingin ke depan mereka kalau bertani bisa melakukannya sendiri,” ucap perempuan yang menyebut dirinya Mama Margaretha. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Ikatan alumni FISIP Uncen segera terbentuk

Selanjutnya

Maraknya anak SD pegang HP, orang tua harus waspada

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34010x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18491x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17489x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe