Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Boikot maskapai penerbangan, Pemerintah Samoa dikritisi publik
  • Sabtu, 04 November 2017 — 08:49
  • 1145x views

Boikot maskapai penerbangan, Pemerintah Samoa dikritisi publik

Hal ini, kata para pemrotes di media sosial, hanya akan membuat penerbangan makin sulit bagi orang Samoa.
Izin pemerbangan maskapai Virgin Australia ke Samoa, Virgin Samoa, akan selesai pada tanggal 5 Desember 2017 – Samoa Observer
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Apia, Jubi – Kecaman publik atas keputusan Pemerintah Samoa menolak permohonan Virgin Australia untuk terus melayani rute Faleolo/Auckland semakin meningkat dari penumpang yang terganggu akibatnya.

Banyak dari para penumpang telah beralih ke media sosial untuk melampiaskan kemarahan mereka, kebanyakan menggambarkan keputusan tersebut sebagai langkah yang “bodoh”, “sombong”, dan “egois”.

Anggota publik yang lainnya mencap Perdana Menteri Tuilaepa Sa'ilele Malielegaoi dan pemerintahannya sebagai “orang idiot”.

Mereka berpendapat hal itu adalah cara pemerintah untuk menyingkirkan persaingan dalam penyediaan layanan penerbangan sehingga maskapai baru Samoa yang baru saja diluncurkan, Samoa Airways, dapat memperoleh pijakan di pasar transportasi udara dan akhirnya diizinkan untuk mengendalikan tarif penerbangan dan memonopoli rute tersebut.

Hal ini, kata para pemrotes di media sosial, hanya akan membuat penerbangan makin sulit bagi orang Samoa.

Ketika diminta memberikan komentar kemarin, Perdana Menteri Tuilaepa tidak menyesali keputusannya. Dia mengecam maskapai Virgin Australia dan menyebut mereka “pembohong” karena telah menjual tiket meski mereka telah mengetahui sepenuhnya bahwa mereka tidak memiliki izin untuk beroperasi ke Samoa setelah 5 Desember 2017.

Meski begitu, para penumpang yang penuh amarah tidak menerima penjelasan tersebut.

Ioana Tusa di halaman media Facebook koran Samoa Observer mengatakan bahwa pemerintah harus mengizinkan Virgin Australia terus melayani rute antara Auckland dan Samoa.

Tusa juga menambahkan bahwa Pemerintah Samoa setidaknya harus mempertimbangkan sekitar enam ribu penumpang yang rencana perjalanannya telah terganggu akibat keputusan sepihak yang telah dibuat pemerintah.

Keputusan Pemerintah Samoa tersebut terungkap dalam pesan dari Virgin Australia kepada para penumpang yang terkena dampaknya.

Dikirim pada hari Senin (30/10/2017), pesannya berbunyi: “Virgin Australia hendak memberitahukan kepada Anda bahwa Pemerintah Samoa telah menolak memberikan ijin untuk layanan terjadwal kami antara Apia dan Auckland.”(Samoa Observer/Elisabeth C.Giay) 

loading...

Sebelumnya

Diary of disaster: Hari-hari terakhir di Pusat Penahanan Manus

Selanjutnya

Pemerintah Vanuatu luncurkan uang denominasi baru

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23531x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19211x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15656x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12729x views
Domberai |— Senin, 10 Desember 2018 WP | 10845x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe