Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. Dihubungi perihal Lita, Kepsek tak menjawab
  • Minggu, 05 November 2017 — 19:16
  • 1345x views

Dihubungi perihal Lita, Kepsek tak menjawab

Kepala SMP YPPK St. Thomas Wamena, saat dihubungi melalui telepon seluler sempat menerima telepon. Namun setelah tahu akan ditanya tentang hukuman yang ia berikan kepada Lita, ia langsung mematikan telepon selulernya,
Ilustrasi - Yasmina Foundation
Yuliana Lantipo
Editor : Kyoshi Rasiey

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Ketua Yayasan YPPK St, Thomas Wamena, Jayawijaya, Stefanus Ngadimin mengaku belum mendengar peristiwa yang dialami murid di SMP YPPK St. Thomas bernama Enjelita Meho (13 tahun) yang harus menerima kenyataan pahit dihukum oleh kepala sekolahnya di hadapan rekan-rekannya setelah laporan karya jurnalistiknya disiarkan di RRI Wamena edisi 25 Oktober 2017, di jalur Lintas Berita Pegunungan Tengah.

“Kami belum tahu jadi belum bisa memberikan jawaban,” kata Stefanus saat dihubungi Jubi, Minggu (5/11/2017).

Ia mengatakan akan mengecek kebenaran hukuman yang dialami Enjelita yang akrab dipanggil Lita Senin (6/11/2017) pagi.

“Saya akan panggil kepala sekolahnya besok,” lanjut Stevanus.

Sementara Kepala SMP YPPK St. Thomas Wamena, Theresia Madaun, saat dihubungi melalui telepon seluler sempat menerima telepon. Namun setelah tahu akan ditanya tentang hukuman yang ia berikan kepada Lita, ia langsung mematikan telepon selulernya,

Terpisah, Pater John Djonga yang merupakan wali siswa untuk Lita mengatakan Kepala Sekolah Lita bukan hanya menghukum Lita berlutut saja. Ia sendiri sebagai wali siswa diberikan surat panggilan untuk menghadap pada hari Senin pekan lalu.

“Dalam surat itu katanya tidak ada izin wawancara dan kesalahan mempublikasikan nama sekolah,” ungkap Pater John.

Saat menghadap Kepala Sekolah itu, Pater John menanyakan mengapa Lita dihukum di hadapan teman-temannya sehingga siswa lainnya mem”bully” dia.

“Guru itu tidak menjawab. Dia hanya bilang harus ada surat pemberitahuan,” kata Pater John.

Mengapa Lita dihukum, bisa dibaca pada berita : Lita, penulis cilik menuai hukuman dan bully di sekolah. (*)

loading...

Sebelumnya

Program seribu hari kehidupan anak di Tolikara berlanjut

Selanjutnya

Pemilihan anggota PPD dan PPS Mamteng terkesan tertutup

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34404x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22971x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18961x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe