Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Pendidikan kesehatan dinilai harus diajarkan di Korowai
  • Senin, 06 November 2017 — 00:30
  • 1525x views

Pendidikan kesehatan dinilai harus diajarkan di Korowai

"Masyarakat sebagian besar masih hidup sangat sederhana dan belum paham, sehingga selain memberikan obat kita juga harus mengajarkan pendidikan kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan," katanya.
Profesi yang dirangkap Jimmy Weyato (baju kuning) adalah seorang penginjil, kader kesehatan, hingga guru perintis di Danowage, Korowai Batu. - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Sebagian besar masyarakat Korowai masih belum memahami pentingnya kesehatan, sehingga perlu adanya pendidikan bagaimana cara hidup sehat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan, Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum kepada Jubi, akhir pekan ini.

"Masyarakat sebagian besar hidup sangat sederhana dan belum paham, sehingga selain memberikan obat kita juga harus mengajarkan pendidikan kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan," katanya.

Melakukan pendidikan kesehatan, kata dia, seperti mendeteksi dini terhadap beberapa penyakit seperti kaki gajah, malaria, filariasis, dan lain-lain, dengan mengambil contoh darah pasien yang nantinya diajarkan kepada kader-kader kesehatan.

"Dengan adanya kunjungan kami di Kampung Sinamburuk bulan lalu, tim bertemu dengan salah satu mantan kader tim kesehatan, bagian dari program Dinkes Provinsi Papua 9 tahun lalu yang aktif melayani pasien di sana," katanya.

Ia menambahkan, program 14 titik terpencil yang pernah dibuat Dinkes Provinsi Papua pada 2007-2013 akan dihidupkan kembali, agar dengan program tersebut pelatihan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat asli Korowai dari setiap pos, bisa dilakukan.

Sementara itu penginjil, Jimmy Weyato, berharap apa yang menjadi rekomendasi tim kesehatan Dinkes Provinsi Papua, bersama Kementerian Kesehatan, benar-benar terwujud.

"Tahun ini baru pemerintah sudah buka mata tentang kesehatan di Korowai, dan Tuhan pake Puti Hatil untuk mengetuk hati orang dan pemerintah. Semoga kunjungan seperti ini terus berlanjut ke depan dan itu harapan kami," kata Jimmy. (*)

loading...

Sebelumnya

Sulit terjangkau, 1 ton bantuan makanan didistribusikan heli ke Korowai

Selanjutnya

Mahasiswa Uncen optimis pemilu raya kampusnya terselenggara 2018

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34488x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23229x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19044x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15601x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe