Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Mantan PM PNG: Kemunafikan ini sangat mencengangkan
  • Senin, 06 November 2017 — 15:07
  • 1471x views

Mantan PM PNG: Kemunafikan ini sangat mencengangkan

Mantan Perdana Menteri Papua Nugini mengatakan perlakuan terhadap para pengungsi di Pulau Manus oleh Pemerintah PNG terkini dan Pemerintah Australia tidak bermartabat dan tidak bertanggung-jawab.
Mantan Perdana Menteri Papua Nugini, Sir Michael Somare – RNZI/ Johnny Blades
RNZI
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Rabu, 19 Desember 2018 | 06:43 WP
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Port Moresby, Jubi – Mantan Perdana Menteri Papua Nugini mengatakan perlakuan terhadap para pengungsi di Pulau Manus oleh Pemerintah PNG terkini dan Pemerintah Australia tidak bermartabat dan tidak bertanggung-jawab.

Sir Michael Somare menyatakan sangat sedih menyaksikan kedua negara itu ‘bermain sepak bola dengan kehidupan para pengungsi’ yang telah mengalami ‘tindak kekerasan tanpa keadilan’.

Enam pengungsi meninggal dunia di Manus sejak Australia mulai memindahkan mereka ke pulau  terpencil di PNG itu untuk pemrosesan lepas pantai pada tahun 2013.

Sir Michael, yang telah pensiun dari dunia politik tahun ini, mengatakan Australia memiliki ekonomi maju yang cukup besar dan seharusnya menangani masalah mereka di pantai mereka sendiri.

Somare mengatakan bagi Australia mengeksploitasi kerentanan (secara ekonomi) negara-negara tetangga seperti PNG dan Nauru adalah sesuatu yang memalukan, tapi untuk memperlakukan manusia dengan sikap apatis sepenuhnya adalah kejam dan tidak berperasaan.

“Keturunan dari banyak orang Australia yang menentang pengungsi datang dengan perahu juga sendiri datang dengan kapal sebelum dan sesudah Federasi ke Australia,” kata Sir Michael dalam sebuah pernyataan.

“Kemunafikan ini sangat mencengangkan”

Kedua pemerintah tersebut dituduh oleh mantan pemimpin itu untuk bersikap acuh tak acuh terhadap para pengungsi yang dia katakan telah mempertaruhkan hidup untuk melakukan perjalanan berbahaya agar dapat memulai kehidupan baru.

“Saya telah mengangkat isu perlakuan tidak manusiawi ini saat saya masih di parlemen dan saat itu dituduh berpihak pada rencana Australia/PNG untuk mendirikan Pusat Penahanan Manus,” katanya.

“Saya ingin mengklarifikasi bahwa ketika saya mulai menjabat sebagai PM pada tahun 2002, sudah ada pengaturan untuk menggunakan Pulau Manus untuk menempatkan pengungsi yang datang dengan perahu ke Australia.

“Sebagai Perdana Menteri pada saat itu saya menghormati pengaturan pemerintahan sebelumnya tapi begitu prosesnya selesai, pemerintah saya menghentikan apa yang disebut sebagai Solusi Pasifik itu,” kata dia. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Hasil lokakarya ungkap darurat kekerasan berbasis gender di Pasifik

Selanjutnya

Rapat sembilan jam, Prancis setujui referendum Kaledonia Baru

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23609x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19245x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15689x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12762x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe