Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Kontraktor OAP disarankan kerjakan sendiri pekerjaan yang didapat
  • Kamis, 16 November 2017 — 17:09
  • 1653x views

Kontraktor OAP disarankan kerjakan sendiri pekerjaan yang didapat

Direktur CV Arfrememon Merauke, Paulus Samkakai, menyarankan kepada kontraktor orang asli Papua agar tak menjual paket pekerjaan kepada pengusaha non Papua. Lebih baik pekerjaan yang diberikan, dikerjakan sendiri, sehingga dapat dirasakan manfaatnya.
Kontraktor orang asli Papua ketika mendatangi salah satu kantor beberapa waktu lalu – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Selasa, 18 Desember 2018 | 16:32 WP
Features |
Senin, 17 Desember 2018 | 13:10 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Merauke, Jubi – Direktur CV Arfrememon Merauke, Paulus Samkakai, menyarankan kepada kontraktor orang asli Papua agar tak menjual paket pekerjaan kepada pengusaha non Papua. Lebih baik pekerjaan yang diberikan, dikerjakan sendiri, sehingga dapat dirasakan manfaatnya.

Hal ini disampaikan Paulus yang juga salah seorang kontraktor OAP saat ditemui Jubi, Kamis (16/11/2017).

“Saya belum mendengar informasi jika ada sejumlah kontraktor OAP yang mendapatkan paket pekerjaan, menjual lagi kepada pengusana non Papua,” katanya.

“Kalaupun ada, itu adalah hak mereka. Karena mungkin terdesak mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhaan hidup keluarga. Namun, akan lebih baik jika pekerjaan ditangani sendiri, sehingga mengetahui langsung tingkat kesulitan di lapangan,” katanya.

“Ada pengalaman pribadi sayaketika diberikan pekerjaan penyelesaian  perpustakaan di Onggari beberapa tahun silam. Saat itu, saya belum memiliki motor dan terpaksa menyewa. Begitu juga berbagai kebutuhan lain, harus meminjam sana-sini. Namun itulah perjuangan, tetapi pekerjaan berhasil dituntaskan,” ujarnya.

Dari pengalaman itu, lanjut dia, setelah pekerjaan dirampungkan, langsung membuat CV sendiri dan sampai sekarang bisa mengerjakan sejumlah pekerjaan, baik dari dana APBN maupun APBD kabupaten Merauke.

“Kurang lebih tujuh paket pekerjaan saya tangani sendiri hingga selesai. Tidak saya jual kepada orang lain. Lebih baik kerja sendiri, dari pada menjual lagi dan hanya mendapatkan fee sedikit,” tuturnya.

Ditambahkan, dengan menjual paket pekerjaan, secara tidak langsung membuat pengusaha OAP tak mandiri.

“Ya, kalau hanya ingin menerima fee, tentu tak ada pengalaman kita dapatkan,” kata dia.

Ketua Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) kabupaten Merauke, Harry Ndiken, menegaskan dari data yang dimiliki, terdapat 70 persen kontraktor OAP menjual paket proyek kepada orang lain.

“Saya berani bicara karena memiliki data lengkap sejumlah nama kontraktor OAP yang sering menjual paket pekerjaan kepada pengusaha non Papua,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

DPRD Merauke kembali soroti pemanfaatan dana desa

Selanjutnya

Pemuda Marind buka lahan pertanian delapan hektar

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23525x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19203x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15654x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12726x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe