Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Bank Dunia produksi film VR tentang kehidupan pascakonflik
  • Selasa, 25 Oktober 2016 — 13:42
  • 382x views

Bank Dunia produksi film VR tentang kehidupan pascakonflik

Papua Nugini memproduksi film dokumenter dalam format virtual reality (VR) pertamanya yang mengulas pentingnya membangun masyarakat pascakonflik.
Elsie Konovai di daerah Konnou. Ia terpisah dari ketiga anaknya gara-gara konflik sipil di wilayah tersebut. --RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Bougainville, Jubi – Papua Nugini memproduksi film dokumenter dalam format virtual reality (VR) pertamanya yang mengulas pentingnya membangun masyarakat pascakonflik. Pengambilan gambar berlangsung di daerah terpencil bagian selatan wilayah otonomi Bougainville.

Film tersebut adalah bagian dari seri film berjudul “The Price of Conflict, the Prospect of Peace” yang didanai Bank Dunia bekerjasama dengan produser film VR filmmakers S1T2 dan seorang jurnalis foto, Alana Holmberg.

Produser, sutradara dan kru film sebelumnya melakukan riset di Bougainville. Film tersebut menggambarkan kehidupan seorang ibu bernama Elsie Konovai di daerah Konnou. Ia terpisah dari ketiga anaknya gara-gara konflik sipil di wilayah tersebut. Selain Elsie, film juga menceritakan seorang mantan militan Timothy Koluvaia yang melatih militan-militan lain untuk menanam kakao.

Film akan diputar menggunakan teknologi virtual reality dengan bantuan alat headset di Port Moresby selama akhir pekan lalu dan kemudian di Bougainville pekan ini.

Juru bicara Bank Dunia, Tom Perry mengatakan bahwa masyarakat lokal telah menerima dengan baik film tersebut. Bahkan, film itu mampu menggugah emosi para penontonnya karena diputar dalam format 360 derajat virtual reality yang seakan membawa sosok penonton ke dalam situasi dalam film.

"Tentunya, secara internasional, tujuan film ini adalah untuk mengarahkan fokus perhatian pada kehidupan pascakonflik dan perlunya investasi dan program-program yang dapat menciptakan peluang ekonomi untuk keluarga-keluarga yang tersisa itu bertahan hidup,” ujar Perry.

Film pertama dari serial tersebut adalah film tentang masyarakat pascakonflik di Kepulauan Solomon. Sama seperti di Bougainville, pemirsa film diajak untuk turut seolah-olah mengalami konflik yang terjadi di Kepulauan Solomon dengan teknologi virtual reality. (*)

 

loading...

Sebelumnya

RRT-Samoa buka rute penerbangan langsung

Selanjutnya

PNG siapkan kapal pesiar untuk tamu APEC

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34342x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22704x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18851x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe