Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Pembangunan perhubungan di Papua mengacu wilayah adat
  • Minggu, 26 November 2017 — 19:21
  • 1895x views

Pembangunan perhubungan di Papua mengacu wilayah adat

Program pembangunan itu upaya memperpendek konektivitas antar daerah sesuai dengan visi misi Gubernur Papua, Lukas Enemebe dan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal.
Ilustrsi penerbagan perintis di Papua - Jubi.Dok
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Pembangunan perhubungan di Provinsi Papua mengacu wilayah adat sebagai fokus layanan kepada masyarakat secara menyeluruh. Program pembangunan itu upaya memperpendek konektivitas antar daerah sesuai dengan visi misi Gubernur Papua, Lukas Enemebe dan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal.

"Tingkat kesulitan di masing-masing wilayah adat berbeda, sehingga kami tetap mengacu pada itu," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky Ambrauw, di Jayapura belum lama ini.

Secara rinci Reky menjelaskan, wilayah Adat Saireri yang dibutuhkan transportasi laut, sehingga fokus mendorong dan mengutamakan pembangunan pelabuhan maupun menyediakan sarana transportasi laut.  Sementara daerah La Pago yang 80 persen menggunakan jalur transportasi pesawat, dibukakan lapangan terbang.

"Sedangkan untuk Mee Pago, Nabire jadi sentral untuk Mee Pago, sehingga transportasi darat menjadi prioritas di sana, hal yang sama juga di Wilayah Ha Anim," kata Reky menjelaskan.

Selain itu Pemprov Papua mendorong agar konekvitas transportasi antar daerah  bisa tersambung  dari darat, laut maupun udara agar pelayanan masyarakat berjalan dengan baik.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Papua, Muhammad Musaad mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menggelontorkan anggaran sebesar Rp 35 miliar untuk operator penerbangan perintis di wilayah pedalaman.

“Dana yang digelontorkan tahun 2017 itu sebagai subsidi biaya penerbangan dengan harapan dapat menekan harga bahan pokok di Papua,” kata Musaad.(*)

loading...

Sebelumnya

BTF peluang emas bagi pelaku bisnis

Selanjutnya

Rakyat Papua diminta mencintai produk lokal

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34390x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22901x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18950x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe