Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Legislator khawatir Korowai dan Kombai dijadikan proyek
  • Selasa, 28 November 2017 — 09:50
  • 1538x views

Legislator khawatir Korowai dan Kombai dijadikan proyek

"Silakan ke Korowai kalau memang berniat membantu masyarakat di sana, atau melayani mereka. Tapi jangan menjadikan suku Korowai dan Kombai sebagai objek agar mendapat keuntungan," kata Natan kepada Jubi, Senin (27/11/2017).
Gubernur Papua, Lukas Enembe ketika bertemu masyarakat Korowai dan para penginjil di Korowai Batu, Danowage, beberapa waktu lalu - Jubi. Dok
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Natan Pahabol khawatir kondisi pendidikan dan kesehatan suku Korowai dan Kombai yang belakangan ini ramai diperbincangkan, dijadikan proyek oleh pihak yang ingin mendapat keuntungan.

Ia mengatakan, belakangan ini kondisi pendidikan dan kesehatan suku Korowai dan Kombai kembali ramai dibicarakan, menyebabkan berbagai tim turun ke Korowai, baik tim dari kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat.

"Silakan ke Korowai kalau memang berniat membantu masyarakat di sana, atau melayani mereka. Tapi jangan menjadikan suku Korowai dan Kombai sebagai objek agar mendapat keuntungan," kata Natan kepada Jubi, Senin (27/11/2017).

Menurut sekretaris Komisi V DPR Papua, komisi bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial itu, sebaiknya pemerintah membentuk tim terpadu untuk mendata dan menginventarisir tim yang ingin melakukan pelayanan kepada masyarakat Korowai dan Kombai.

"Kalau tidak, saya khawatir masyarakat di sana dijadikan objek untuk mencari keuntungan. Kalau memang punya hati, mari menolong Suku Korowai. Bentuk tim terpadu mulai dari pusat hingga daerah," ujarnya.

Komisi V DPR Papua sendiri kata Natan, akan membentuk panitia kerja (panja) daerah terisolir, 2018 mendatang. Panja ini akan turun ke daerah yang dianggap terisolir di Papua.

"Kami komisi V sudah punya kalender kerja, 2018. Kami akan membentuk panja. Kami akan mendengar dan melihat langsung pemanfaatan dana otsus di kabupaten/kota. Seperti apak kondisi sosial, pendidikan dan kesehatan masyarakat di daerah terpencil," katanya.

Belum lama ini, Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, secara optimal menangani masalah pendidikan dan kesehatan di Korowai, sebab Korowai adalah suku terasing terakhir di Papua.

"Saya harap, apa pun jenis penyakit yang diderita masyarakat Korowai, harus ditangani serius oleh Dinas Kesehatan. Korowai harus jadi prioritas," kata Enembe kala itu. (*)

loading...

Sebelumnya

Legislator Papua: Jika malu budaya OAP, biarkan kami urus diri sendiri 

Selanjutnya

Pilgub 2018, DPD dan DPC Lasmura se-Papua nyatakan dukung LE

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34359x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 22827x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18916x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe