Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pendorong Gerobak di Pasar Baru Youtefa, Sehari Bisa Rp200 Ribu
  • Senin, 16 September 2016 — 08:44
  • 1115x views

Pendorong Gerobak di Pasar Baru Youtefa, Sehari Bisa Rp200 Ribu

"Saya tidak bersekolah, uangnya biasa saya kirimkan ke keluarga dan anak-anak saya di Buton, syukur itupun kalau penghasilan saya lebih, sebab pendorong gerobok di sini cukup banyak yang kebanyakan berasal dari Buton juga,” ujarnya.
Pendorong gerobak di Pasar Youtefa, Jayapura. -Jubi/ Agus Pabika
Admin Jubi
Editor : Admin Jubi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Rahman, laki-laki 45 tahun, berprofesi sebagai pendorong gerobak di Pasar Baru Youtefa. Ia menjual jasanya kepada pedagang dan pembeli, seperti mengantar barang dagangan dan mengangkut barang yang dibeli. Sehari ia mengantongi upah Rp80 ribu hingga Rp200 ribu.

"Saya baru menjalani profesi ini lima bulan, awalnya berat tapi lama-lama terbiasa," tutur Rahman sambil menunggu pembeli, Kamis (8/9/2016).

Sedikit-banyak pendapatannya  per hari tergantung lamanya ia bekerja dan jumlah orang yang menggunakan jasanya. Jika serius dari pagi hingga sore bisa dapat Rp200 ribu, bahkan terkadang lebih.

Pendapatan lebih jika membawa barang dari hasil kebun yang datang dari Koya, Arso, dan Keerom.

"Biasanya petatas, pisang, sayur-sayuran, mangga dan pinang dalam jumlah banyak, mengantar dari terminal ke los jualan dengan harga angkut beda-beda tergantung beratnya barang, tapi biasanya Rp10 ribu hingga Rp30 ribu, sedangkan sewa lain Rp30 hingga Rp50 ribu," katanya.

Rahman memiliki istri dengan dua anak masih kecil yang ditinggalnya di Buton. Ia datang sendirian mencari pekerjaan, namun ia mengaku tidak memiliki keahlian selain bekerja sebagai pendorong gerobak.

"Saya tidak bersekolah, uangnya biasa saya kirimkan ke keluarga dan anak-anak saya di Buton, syukur itupun kalau penghasilan saya lebih, sebab pendorong gerobok di sini cukup banyak yang kebanyakan berasal dari Buton juga,” ujarnya.

Selain Rahman ada juga Iqsan. Pemuda Bugis 21 tahun ini selalu menunggu barang-barang yang dibawah dari Arso dan Keerom mengunakan taksi di terminal. Ia mengaku mudah mendapatkan pelanggan.

"Dalam sehari bisa mendapatkan Rp70 ribu sampai Rp250 ribu, tergantung banyaknya pelanggan, uang saya gunakan untuk lebutuhan sehari-hari, seperti makan minum,” katanya saat menunggu pelanggan di Terminal Pasar Youtefa. (*)

Reporter: Agus Pabika

Editor: Syofiardi

loading...

Sebelumnya

Selanjutnya

Masih Gelap, Nama Calon Direksi dan Komisaris Bank Papua

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23357x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19087x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15619x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12618x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe