Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BI prediksi inflasi triwulan empat akan lebih tinggi 
  • Rabu, 06 Desember 2017 — 10:10
  • 929x views

BI prediksi inflasi triwulan empat akan lebih tinggi 

Berdasarkan asesmen Bank Indonesia, inflasi triwulan IV 2017 secara umum diperkirakan lebih tinggi dibanding triwulan III. Secara kumulatif, inflasi Papua pada 2017 diperkirakan berkisar 2,1 persen hingga 2,5 persen (yoy).
Pelabuhan Jayapura, pintu masuk utama distribusi barang dari luar Papua - Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Berdasarkan asesmen Bank Indonesia, inflasi triwulan IV 2017 secara umum diperkirakan lebih tinggi dibanding triwulan III. Secara kumulatif, inflasi Papua pada 2017 diperkirakan berkisar 2,1 persen hingga 2,5 persen (yoy).

Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Papua, Fauzan, mengungkapkan tekanan inflasi pada triwulan IV 2017 diperkirakan berasal dari perayaan natal dan tahun baru yang berpotensi mendorong permintaan terhadap angkutan udara, komoditas bahan makanan, dan makanan jadi. 

“Secara  kumulatif inflasi Papua pada 2017 diperkirakan lebih rendah dibanding inflasi 2016.  Tekanan inflasi agregat di Papua triwulan III 2017 tercatat sebesar 1,43 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 3,10 persen (yoy), bahkan lebih rendah dari inflasi nasional yang sebesar 3,72 persen (yoy),” ujarnya, saat diteu Jubi, Selasa (5/12/2017). 

Fauzan juga menambahkan inflasi pada triwulan ini juga berada di bawah target inflasi nasional 2017 yaitu sebesar 4 persen ± 1 persen (yoy). Secara umum berlalunya perayaan puasa dan lebaran menjadi salah satu faktor penyebab terkendalinya inflasi Papua selama triwulan III 2017. 

Penurunan tekanan harga terutama terjadi pada kelompok komoditas volatile  

foods yang mengalami deflasi sebesar -1,70 persen (yoy). Selain itu, tekanan inflasi inti dan administered price pada triwulan laporan juga relatif terkendali pada level 2,12 persen dan 3,86 persen (yoy), lebih rendah dari triwulan II 2017 yang mencapai 2,76 persen dan 10,46 persen (yoy). 

Perkembangan inflasi hingga November 2017 tercatat mengalami inflasi sebesar  0,01 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi data historis dua tahun terakhir yang mencapai 0,03 persen (mtm). Peningkatan harga kelompok inti dan administered price pada bulan Oktober 2017 menjadi penyebab utama terjadinya inflasi. Disisi lain, penurunan harga kelompok volatile foods seperti komoditas sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan turut meredam inflasi pada periode ini. Hingga November 2017, inflasi kumulatif Papua mencapai 0,16 persen (ytd), jauh lebih rendah dibandingkan posisi November 2016 yang mencapai 5,50 persen (ytd). 

“Terjaganya pasokan bahan pangan dan ekspektasi masyarakat terhadap inflasi yang terkelola  dengan baik menjadi salah satu faktor peredam tekanan inflasi Papua pada 2017,” ujarnya. 

Kabid Distribusi Statistik, Bambang Ponco Wahyu Ponco Aji, mengemukakan inflasi tahun kalender di Kota Jayapura pada bulan November sebesar 0,12 persen dan inflasi year on year (November 2017 terhadap November 2016) sebesar 1,88 persen. Inflasi tahun kalender Merauke di bulan November2017 sebesar 0,28 dan inflasi year on year (November 2017 terhadap November 2016) sebesar 0,52 persen.

"Indeks Harga Konsumen (IHK) kedua kota tersebut masing-masing sebesar 128,81 dan sebesar 132,49," jelasnya.

Faktor pendorong terjadinya deflasi di Kota Jayapura bulan November adalah penurunan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi antara lain cabai rawit, bawang merah, kangkung, cabai merah, ekor kuning, bawang putih, bayam, bahan bakar rumah tangga, sabun detergen, wortel, dan ikan tongkol.

"Kota Jayapura menempati urutan ke-12 di Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua). Sedangkan di tingkat nasional berada di urutan ke-71," ungkapnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Hari libur khusus, perbankan tetap buka 

Selanjutnya

Triwulan III 2017, pertumbuhan ekonomi Papua melambat

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23431x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 19138x views
Lingkungan |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 15638x views
Meepago |— Rabu, 12 Desember 2018 WP | 12678x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe