Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Tiga truk pengangkut rusak, dua minggu sampah dibiarkan numpuk
  • Rabu, 06 Desember 2017 — 12:13
  • 1102x views

Tiga truk pengangkut rusak, dua minggu sampah dibiarkan numpuk

Sampah di kota Sentani yang sudah menumpuk sekitar dua minggu, akhirnya diangkut untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Sampah yang sedang dibersihkan petugas kebersihan – Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
banner

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Sentani, Jubi - Sampah di kota Sentani yang sudah menumpuk sekitar dua minggu, akhirnya diangkut untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Jayapura, Patrisius Yamlai, mengatakan penyebab sampah menumpuk karena truk pengangkut sampah rusak.

"Sampah ini tidak diangkat karena faktor armada pengangkut sampah yang rusak sehingga tidak diangkut," ucapnya.

Ia juga mengatakan terjadi penumpukan sampah di samping kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah Sentani ini tidak ada faktor lain seperti tempat pembuangan akhir TPA penuh begitu.

"Tidak ada faktor lain hanya karena tiga mobil pengangkut sampah yang rusak itu saja," jelas Patris kepada Jubi di Sentani, Selasa (5/12/2017).

Ia juga mengatakan armada pengangkut sampah ada delapan. Karena tiga armada rusak sehingga terjadi penumpukan sampah di kota. Setiap wilayah memiliki armada angkut sampah masing-masing.

"Sampah ini sudah menumpuk dua minggu lebih dan sekarang sedang kami benahi mobil rusak saja," kata Yamalai.

Seoranag warga Sentani, Tomo, mengatakan penumpukan yang terjadi ini juga membuat macet jalan karena sampah yang menumpuk sampai keluar ke bahu jalan.

"Sebenarnya masyatakat harus sadar kalau ada tulisan batas waktu buang sampah, ini mereka buang sampah seenaknya saja mau jam berapa atau kapan saja," katanya.

Ia berharap kesadaran itulah yang harus ditingkatkan.

“Masak sudah ada tulisan di papan besar itu tidak bisa baca, itu kan aneh,” katanya.

"Kalau yang dalam kota itu saya lihat bagus ada kesadarannya dalam buang sampah, kalau truk sudah angkat mereka malu mau buang sampah," ucap Tomo menambahkan. (*)

loading...

Sebelumnya

Distrik Abepura menjadi nominator kota sehat nasional

Selanjutnya

Keunikan motif Noken Papua mewakili suku-suku

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34438x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 23078x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18991x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe