Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Mama mama pedagang pasar Enarotali minta fasilitas layak
  • Rabu, 06 Desember 2017 — 21:52
  • 1624x views

Mama mama pedagang pasar Enarotali minta fasilitas layak

Para mama mama pedangang warga asli suku Mee dan Moni seakan tersingkir di lahan aktivitas perdagangan kurang memadai.
Mama-mama pedagang pasar Enarotali, Kabupaten Paniai jualan ikan danau di pinggir emperan kios non Papua, padahal tempat ini penuh lumpur, Rabu,(6/12/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Paniai, Jubi –Mama mama pedagang di  pasar Enarotali di Kabupaten  Pania minta fasilitas lapak yang layak. Para mama mama pedangang warga asli suku Mee dan Moni seakan tersingkir di lahan aktivitas perdagangan kurang memadai.

“Kami berdagang di lokasi pecek berlumpur, tapi tetap bertahan,” kata  Yonike Kayame, seorang mama mama  pedagang ikan danau Paniai, saat berbincang dengan Jubi, Rabu, (6/12/2017).

Ia terpaksa berjualan di pinggir jalan dengan lahan berdagang  becek  karena tidak ada tempat lain yang layak buat berjualan.

Menurut Yonike,  kondisi pasar yang telah terbakar sejak dua tahun lalu belum ada perhatian dari pemerintah  untuk membangun kembali. “ Pemda berencana membangun di daerah Madi, namun kami menolak  karena jarak yang jauh dari kota Enarotali,” kata Yonike menambahkan.

Seorang mama pedagang sayur, Yospina Bunai mengaku tidak ada kepedulian dari Pemda membangun pasar sama saja halnya tidak menghargai para mama yang telah mengandung dan membesarkan anaknya. “Saat ini mereka telah menjadi pejabat di tanahnya sendiri, tapi tak peduli,” kata Yospina .

Kondisi dia dan para mama yang berjualan di pasar kumuh sebagai bukti Pemda mengabaikan keinginan para mama mama yang slema ini ikut berpartaisipasi memutarkan roda perekeonomian dengan cara berdagang dipasar tardisional.

“Kami juga belum tahusampai kapan kondisi ini akan berakhir,” katanya.
Jubi sempat konfirmasi ke dinas Perindagkop bahkan pernah ke kantor namun tak ada tanggapan resmi. (*)

loading...

Sebelumnya

Jelang Natal, harga daging babi masih stabil

Selanjutnya

PLN pastikan pasokan listrik aman terkendali

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 34129x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 20313x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17806x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe