Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Ramai ramai mengutuk Trump soal Yerusalem
  • Minggu, 10 Desember 2017 — 19:52
  • 1905x views

Ramai ramai mengutuk Trump soal Yerusalem

Mesir, Jubi - Kepala Gereja Koptik Mesir Paus Tawadros II membatalkan pertemuan dengan Wakil Presiden AS Mike Pence di Kairo yang dijadwalkan terjadi pada akhir bulan Desember 2017 ini.
Aksi demo untuk Palestina di Perancis. AFP/Jubi
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Mesir, Jubi - Kepala Gereja Koptik Mesir Paus Tawadros II membatalkan pertemuan dengan Wakil Presiden AS Mike Pence di Kairo yang dijadwalkan terjadi pada akhir bulan Desember 2017 ini.

Gereja menyebutkan bahwa pembatalan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap keputusan Washington untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Mengutip AFP, dalam pernyataannya Gereka menyebutkan bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump tidak memperhitungkan perasaan jutaan warga Arab. Pihak Gereja menambahkan bahwa pihaknya memutuskan untuk tak menerima Pence saat kunjungannya ke Mesir.

"Gereja Orthodok Koptik Mesir menolak menerima Wakil Presiden Amerika Mike Pence," kata Gereja dalam pernyataannya.

Pihak Gereja juga menambahkan bahwa mereka akan berdoa untuk kebijaksanaan dan berharap semua masalah yang mempengaruhi pedamaian masyarakat Timur Tengah bisa terselesaikan.

Keputusan pembatalan pertemuan ini diambil sehari setelah ulama Muslim Mesir Ahmed al-Tayeb, kepala Al-Azhar juga menolak untuk bertemu dengan Pence.

Deklarasi Trump pada Rabu bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel menimbulkan kemarahan di negara-negara muslim dan juga memicu kritik dari sekutu-sekutu AS.

Sejumlah negara Barat mengutuk keputusan Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pada Jumat, 8 Desember 2017, mereka meminta Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat guna membicarakan sikap Amerika tersebut.

"Negara yang meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB itu, antara lain Inggris, Prancis, Swedia, Italia, Bolivia, Uruguay, Senegal, dan Mesir," seperti yang dilaporkan Press TV.

Mereka mengatakan negaranya siap berkontribusi untuk memulai kembali proses perdamaian sesuai dengan parameter internasional demi terwujudnya solusi dua negara.

"Kami mendorong pemerintah Amerika Serikat menyiapkan proposal berdirinya dua negara, Israel dan Palestina," ujar mereka.

Pada pertemuan tersebut, utusan khusus PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, memperingatkan Dewan Keamanan PBB mengenai risiko munculnya eskalasi kekerasan atas pengakuan Amerika terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Duta besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, menuduh organisasi internasional itu merusak proses perdamaian dengan cara menggertak Israel.

"Israel tidak akan pernah dan tidak boleh diintimidasi oleh PBB atau oleh sekumpulan negara yang membuktikan bahwa mereka mengabaikan keamanan Israel," kata Haley sekaligus menegaskan sikap Amerika Serikat terhadap Israel.

Presiden Palestina Mahmud Abbas belum lama ini juga menyatakan menolak bertemu dengan Wakil Presiden AS Mike Pence akhir bulan Desember 2017.

Akibat pernyataan pengakuan Trump yang mengungkapkan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel, serangan udara yang membabi buta di jalur Gaza dan demonstrasi mencekam di Palestina terjadi selama tiga hari berturut-turut. Setidaknya empat orang terbunuh dan puluhan lainnya cedera sejak pengakuan Trump tersebut.

Hal ini pun dikecam oleh Dewan Keamanan PBB.

"Tidak akan ada pertemuan dengan Wakil Presiden Amerika di Palestina," kata penasihat hukum Abbas Majdi al-Khaldi kepada AFP.

"Amerika sudah melanggar semua garis merah dengan keputusan Yerusalem."

Aksi protes menolak keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai status Kota Yerusalem meluas di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza.

Warga Palestina menggelar unjuk rasa menolak keputusan Trump pada Sabtu, 9 Desember 2017, bersamaan dengan digelarnya pertemuan para pemimpin Palestina untuk membahas isu Yerusalem.

Di Yerusalem Timur, pasukan Israel menembakkan granat dan gas air mata saat mereka merangsek ke arah sekitar seratus pengunjuk rasa damai di Kota Salah Eddin, yang merupakan kota pusat belanja di kawasan ini. Sebagian pasukan Israel ini menaiki kuda.

Pasukan Israel menahan 13 orang Palestina. Sekitar 12 orang lainnya terluka karena dipukuli dan didorong pasukan Israel. Pasukan ini juga menahan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Palestina, Jihad Abu Zneid, yang merupakan seorang perempuan.

Pasukan Israel juga menutup toko-toko yang buka serta menyita bendera serta poster dari para pengunjuk rasa. Di Kairo, menteri luar negeri dari negara-negara Arab meminta Trump untuk membatalkan keputusannya mengenai status Yerusalem.

"Pengumuman itu pelanggaran berbahaya terhadap hukum internasional dan tidak memiliki dampak hukum," begitu pernyataan Liga Arab seusai pertemuan selama beberapa jam oleh semua anggotanya di Kairo, Mesir, seperti dilansir Reuters, 10 Desember 2017. (*)

Sumber: CNN Indonesia/Tempo.co

 

 

loading...

#

Sebelumnya

Seroja, darah di Timor Lorosae, 42 tahun silam

Selanjutnya

Ketika Pemilu berujung pertumpahan darah

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33970x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18249x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17333x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe