Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Peringati Hari HAM sedunia, FPR ajak aksi damai besok
  • Minggu, 10 Desember 2017 — 19:53
  • 1774x views

Peringati Hari HAM sedunia, FPR ajak aksi damai besok

"Kami mengimbau kepada masyarakat Papua, juga masyarakat non-Papua yang ada di Jayapura, untuk bisa ambil bagian bersama-sama dengan kami, Senin 11 Desember 2017 besok."
Spanduk-spanduk saat aksi demonstrasi mahasiswa Uncen bersama OKP di Jayapura menuntut pihak keamanan usut tuntas kasus penembakan bulan Mei 2017 kemarin. - Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:37 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 17:24 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 08:58 WP
Features |
Senin, 10 Desember 2018 | 00:09 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jub

Jayapura, Jubi - Memperingati Hari HAM sedunia, 10 Desember 2017, Front Persatuan Rakyat (FPR) akan melakukan aksi damai dengan tema sentral "Hak Asasi Manusia Untuk Semua Orang", di Taman Imbi Jayapura, Senin (11/12/2017).

Hal tersebut disampaikan koordinator umum aksi, Samuel Womsiwor, ketika dihubungi Jubi, Minggu (10/12/2017), Jayapura, Papua. "Kami mengimbau kepada masyarakat Papua, juga masyarakat non-Papua yang ada di Jayapura, untuk bisa ambil bagian bersama-sama dengan kami, Senin 11 Desember 2017 besok."

Menurut Samuel, persoalan HAM ini masalah bersama, baik terkait lingkungan, masalah HAM di bidang ekonomi, sosial dan budaya, pun masalah HAM di bidang sipil dan politik.

"Sehingga ini menjadi kebutuhan bersama dalam menjawab segala sesuatu yang terjadi di tanah Papua. Misalnya dalam masalah lingkungan, kita bisa lihat Freeport yang akhir-akhir ini mengancam hidup orang Papua maupun orang non-Papua. Masalah ekonomi, sosial dan budaya, orang Papua sendiri semakin minoritas. Sebenarnya ini bentuk pelanggaran HAM yang diciptakan oleh negara sendiri," katanya.

Lanjutnya masalah sipil dan politik, bagaimana ruang demokrasi rakyat Papua ditutup dan mendapat stigma sebagai kelompok kriminal bersenjata atau kelompok separatis.

"Padahal sebenarnya kami berjuang untuk melindungi tanah kami yang hari ini sedang diancam oleh negara dengan berbagai persoalan. Hari ini negara gagal menyelesaikan segala bentuk-bentuk pelangaran HAM yang terjadi di tanah Papua, sebut saja kasus Paniai berdarah, Deiyai Berdarah yang baru terjadi kemarin, Biak Berdarah, Wasior Berdarah dan Wamena Berdarah, serta masih banyak lagi."

Sementara itu Nelius Wenda, aktivis Gempar Papua, mengajak seluruh mahasiswa dan pemuda, beserta rakyat Papua yang tergabung dalam Front Persatuan Rakyat (FPR), menyatakan bahwa hak asasi adalah milik semua orang.

"Sehingga semua masyarakat Papua dan non-Papua dapat terlibat dalam demo damai besok, memperingati hari HAM Internasional 10 Desember 2017." (*)

loading...

Sebelumnya

Dewan HAM PBB dan jurnalis asing diminta investigasi tragedi Paniai Berdarah

Selanjutnya

Pentas seni digelar di Abepura, peringati Hari HAM sedunia

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 06 Desember 2018 WP | 33964x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 18234x views
Polhukam |— Minggu, 09 Desember 2018 WP | 17321x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe